VIDEO: Buldoser Diturunkan Bongkar Paksa 10 Rumah Cluster Langgar GSS di Depok

Jika tidak dibongkar, bangunan berpotensi membuat penyempitan sungai yang dapat mengakibatkan banjir di pemukiman warga.

SATUAN Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok akhirnya menurunkan satu alat berat berupa backhoe loader atau buldoser untuk melanjutkan pembongkaran paksa 10 rumah tumbuh cluster di Jalan H Tamin, Gang Karung, Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Jumat (8/6/2018).

Ke-10 bangunan rumah itu dianggap melanggar garis sempadan sungai (GSS), sehingga juga melanggar Perda Depok Nomor 2 Tahun 2016 tentang Bangunan dan Izin Mendirikan Bangunan.

Karenanya pada Rabu (6/6/2018) lalu, ke 10 bangunan yang baru setengah jadi itu dibongkar Satpol PP Depok secara manual oleh sejumlah petugasnya dengan palu godam.

"Karena 10 bangunan rumah yang harus dibongkar itu sudah cukup kuat dan hampir rampung, pembongkaran manual Rabu lalu tidak tuntas," kata Kasatpol PP Depok Yayan Arianto kepada Warta Kota, Jumat (8/6/2018).

Padahal lahan dimana bangunan berada mesti steril karena berada dalam area garis sempadan sungai.

"Karenanya hari ini kami turunkan satu alat berat, berupa buldoser untuk melanjutkan pembongkaran bangunan," kata Yayan.

Dengan satu buldoser ini, kata dia, dipastikan lahan dimana bangunan berdiri akan rata dengan tanah dan steril kembali.

Yayan menuturkan sebelum membongkar paksa 10 bangunan rumah itu, pihaknya sudah melayangkan surat peringatan sebanyak 3 kali serta surat perintah bongkar.

"Karena tak juga diindahkan, maka kami lakukan bongkar paksa sekarang," kata Yayan.

Menurutnya keberadaan bangunan yang sangat dekat dengan bantaran sungai membuat semua rumah cluster di sana dianggap melanggar Perda Depok Nomor 2 Tahun 2016 tentang Bangunan dan Izin Mendirikan Bangunan.

Karenanya kata dia, bangunan mesti dibongkar paksa.

Ia memastikan seluruh bangunan akan rata dengan tanah karena keberadaannya yang melanggar garis sempadan sungai.

Sebab jika tidak dibongkar, kata dia, bangunan berpotensi membuat penyempitan sungai yang dapat mengakibatkan banjir di pemukiman warga.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved