VIDEO: Jajang C Noer Sebut Tio Bukan Pengedar Tapi Korban

"Saya datang kesini mau tahu dan ikuti sidangnya. Sekarang dia dihukum 6 tahun penjara dan denda Rp. 800 juta. Duit darimana dia buat bayar itu,"

Aktris Jajang C Noer datang ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (7/6/2018).

Jajang mengatakan bahwa kedatangannya ke Pengadilan, untuk mendukung rekan seprofesinya, yakni aktor gaek Tio Pakusadewo yang akan menjalani sidang dengan agenda pembelaan atau pledoi.

"Saya datang kesini untuk melihat Tio sekalian membesuknya," kata Jajang C Noer.

Jajang menambahkan, kedatangannya tersebut sekaligus bentuk dukungannya kepada Tio, yang menurutnya mendapatkan hukuman yang tidak adil dari pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Menurut saya ini tidak adil. Tio bukan pengedar. Dia itu korban!," tegasnya.

Oleh karena itu, Jajang menjelaskan dirinya akan mengikuti proses hukum Tio bersama dengan rekan artis lainnya, untuk mengetahui bagaimana Tio bisa mendapatkan hukuman yang dianggapnya cukup berat.

"Saya datang kesini mau tahu dan ikuti sidangnya. Sekarang dia dihukum 6 tahun penjara dan denda Rp. 800 juta. Duit darimana dia buat bayar itu," ujar Jajang C Noer.

Diberitakan sebelumnya, JPU memberikan tuntutan enam tahun kurungan penjara dan denda Rp. 800 juta, karena dinyatakan bersalah atas dugaan penyalahgunaan dan kepemilikan narkotika yang menjeratnya.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Irwan Susetyo alias Tio Pakusadewo bin Setiono Harjo dengan pidana penjara selama 6 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam masa penahanan dan denda sebesar 800 juta subsider 6 bulan penjara," kata JPU yang bernama Yaman di dalam persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (4/6/2018).

"Dengan menimbang dari bukti-bukti yang sudah dibacakan didalam persidangan, kami Jaksa Penuntut Umum menilai terdakwa Tio Pakusadewo telah sah terbukti melakukan tindak pidana melawan hukum, telah menyimpan, memiliki, dan mengkonsumsi narkotika golongan 1, yakni sabu-sabu," tambahnya.

Tio dijerat Pasal 112 ayat 1 subsider Pasal 127 ayat 1 Undang Undang Narkotika. Jaksa menyatakan bahwa tuntutan tersebut dengan mempertimbangkan dua hal.

Pertama adalah yang memberatkan, dimana Tio tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas narkoba. Sementara kedua, yang meringankan adalah Tio tidak pernah dihukum pidana dan mengakui perbuatannya. (Arie Puji Waluyo/ARI).

Penulis: Arie Puji Waluyo
Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved