Sebanyak 30 Ton Sampah Berhasil Diangkut dari Pulau Tidung

Pengangkutan dilakukan dengan mengerahkan tiga kapal berkapasitas 30 meter kubik dan satu kapal lainnya berdaya tampung 90 ton.

Sebanyak 30 Ton Sampah Berhasil Diangkut dari Pulau Tidung
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Sejak dilakukan pada Rabu (6/6/2018) sampai dengan siang ini, sudah 30 ton sampah yang berhasil diangkut dari Pulau Tidung. 

BUPATI Kepulauan Seribu, Irmansyah bersama pejabat terkait lainnya meninjau lokasi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Jalan Dermaga Utara RT 005/RW 004 Kelurahan Pulau Tidung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kepulauan Seribu, Kamis (7/6/2018).

Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu sejauh ini sudah berhasil mengangkut 30 ton sampah.

Pengangkutan dilakukan dengan mengerahkan tiga kapal berkapasitas 30 meter kubik dan satu kapal lainnya berdaya tampung 90 ton.

“Sejak dilakukan pada Rabu (6/6/2018) sampai dengan siang ini, sudah 30 ton sampah yang berhasil diangkut dari Pulau Tidung,” kata Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu, Yusen Hardiman, Kamis (7/6/2018).

Sejak dilakukan pada Rabu (6/6/2018) sampai dengan siang ini, sudah 30 ton sampah yang berhasil diangkut dari Pulau Tidung.
Sejak dilakukan pada Rabu (6/6/2018) sampai dengan siang ini, sudah 30 ton sampah yang berhasil diangkut dari Pulau Tidung. (Warta Kota/Junianto Hamonangan)

Yusen menambahkan selain empat kapal itu pihaknya juga mengerahkan sebanyak 20 petugas kebersihan. Dengan dukungan petugas dan alat yang ada, diharapkan masalah sampah selesai diatasi sebelum Hari Raya Idul Fitri.

“Pengangkutan sampah ditargetkan selesai sebelum Lebaran. Perkiraannya sebelum lebaran sampah sudah berhasil diangkut,” ucapnya.

Sementara itu Irmansyah mengatakan ada beberapa opsi yang bisa dilakukan untuk mengatasi batu besar di dalam laut yang membuat kapal sampah berukuran besar tidak bisa sandar ke dermaga.

Beberapa opsi yang perlu dilakukan ketika ada beko di antaranya batu besar itu dipecahkan dan diambil atau juga dibuka alur masuk ke dalam agar lebih luas. Jadi bagian depannya itu bisa dibuat menjadi lebih luas dengan backhoe.

“Kami akan koordinasi dengan Sudin Sumber Daya Air (SDA), Sudin Perhubungan dan Sudin Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu. Sehingga alur masuk kapal tidak pisahnya di depan, tapi sudah masuk di dalam,” ujarnya.

Menurut Irmansyah, apabila masalah sampah tersebut sudah selesai teratasi, maka pihaknya akan melakukan penataan seperti keberadaan doking kapal di Pulau Tidung demi mendongrak jumlah wisatawan.

“Nanti, kita mulai menata lebih fokus lagi, mulai rencana doking kapal tahun ini, posisinya dimana, sehingga bisa menjadi objek wisata. Jadi kalau sampahnya sudah mulai tertata lagi, tidak bau dan doking kapalnya ada, bisa menjadi wisata edukasi,” katanya.

Alhasil para investor yang ingin bekerjasama dalam hal pemanfaatan aset-aset yang sudah ada, menjadi lebih produktif.

Tingkat perekonomian warga Pulau Tidung juga semakin meningkat dengan banyaknya lapangan pekerjaan.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved