Komenter Pandji PragiwaksonoTerhadap Vonis Tiga Selebriti Tersandung Narkoba

Tiga selebriti Indonesia sebentar lagi akan menghadapi vonis kasus dugaan penyalahgunaan dan kepemilikan narkotika.

Komenter Pandji PragiwaksonoTerhadap Vonis Tiga Selebriti Tersandung Narkoba
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Pandji Pragiwaksono 

WARTA KOTA, PALMERAH---Tiga selebriti Indonesia sebentar lagi akan menghadapi vonis kasus dugaan penyalahgunaan dan kepemilikan narkotika.

Selebriti tersebut adalah Tio Pakusadewo, Jennifer Dunn, dan Fachri Albar.

Ketiganya pun sudah memasuki agenda pembelaan atau pledoi dalam persidangannya masing-masing.

Baca: Dituntut 6 Tahun Penjara, Tio Pakusadewo Diduga JPU sebagai Pengedar

Sebelum memasuki vonis, ketiganya sudah menjalani persidangan dengan agenda Tuntutan dari jaksa penuntut umum (JPU).

JPU menuntut Tio Pakusadewo dengan hukuman enam tahun kurungan penjara dan denda Rp. 800 juta.

Jennifer Dunn dengan hukuman delapan bulan penjara dan Fachri Albar yang dituntut hukuman sembilan bulan rehabilitasi.

Banyak yang menyayangkan mengenai tuntutan jaksa kepada Tio. Satu di antaranya adalah aktor, komedia, dan sutradara Pandji Pragiwaksono.

Baca: Divonis 8 Bulan Penjara Jennifer Dunn Langsung Nangis

Pandji menegaskan Tio mendapatkan perlakuan hukum yang tidak adil, jika dibandingkan dengan kedua selebriti lain yang sedang menghadapi vonis kasus yang sama seperti Tio.

"Menurut saya kasus Om Tio ada ketidak adilan hukum. Karena memang belum diketahui kejadian di belakang dan hukuman yang dikasih ke Om Tio enggak masuk akal," kata Pandji ketika ditemui, Rabu (6/6/2018).

Pandji menilai negara Indonesia masih belum bisa secara transparan, menjelaskan bagaimana proses jaksa yang memberikan hukuman kepada pengguna narkoba, yang tidak terpacu hanya pada undang-undang saja.

Baca: Dituntut 9 Bulan Rehabilitasi, Kuasa Hukum: Sudah Sesuai Harapan Fachri

"Kelihatannya ada publik yang tidak tahu karena belum diceritakan ke publik soal itu. Karena sejauh ini yang saya amati memang agak aneh," katanya.

Pandji mengatakan, melihat dari kacamata awam, orang biasa terjerat kasus narkotika yang hanya memiliki satu linting ganja dikenakan hukuman yang cukup lama.

"Seperti yang dirasakan oleh Revaldo yang dihubungkan kepemilikan ganja satu linting, yang dihukum lama. Publik harus dikasih tau informasi yang jelas," kata Pandji.

Penulis: Arie Puji Waluyo
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help