Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Jadi Tradisi Menjelang Lebaran

Saat ini, diakui, terjadi kenaikan harga di sejumlah komoditas bahan kebutuhan pokok seperti cabai dan bawang.

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Jadi Tradisi Menjelang Lebaran
Warta Kota/Rangga Baskoro
Harga kebutuhan pokok cenderung naik menjelang Lebaran. 

DIREKTUR Utama PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin meminta agar masyarakat membantu pemerintah untuk menjaga harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran 2018.

Hal itu bisa dilakukan dengan cara tak membeli bahan-bahan kebutuhan pokok secara berlebihan agar permintaan sebuah bahan kebutuhan pokok tidak melonjak secara tiba-tiba menjelang Hari Raya Idul Fitri.

"Saya minta sama masyarakat juga kalau bisa jangan beli berlebihan. Karena kalau begitu akan jadi masalah. Jangan nimbun. Biarkan berbelanja saja seperti hari-hari biasanya. Supaya nanti kebutuhannya gak tiba-tiba permintaannya besar. Kalau begitu yang terjadi pasti pedagang naikin harga," ungkap Arief di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (7/6/2018).

Saat ini, terjadi kenaikan harga di sejumlah komoditas bahan kebutuhan pokok seperti cabai dan bawang.

Namun demikian, Arief menyampaikan kenaikan harga masih pada batas kewajaran.

"Di awal sampai hari Sabtu kemaren sudah kami cek, kami ada bank data. Jadi barang komoditas di pasar sekarang sudah terdeteksi dengan sistem. Kalau dilihat dari kebutuhan stok dan harga, harusnya menunjukkan tidak ada hal-hal yang ganjil. Tetapi hari ini ada kenaikan. Tetapi masih dalam treeshold yang saya pikir masih normal, karena kenaikannya hanya Rp 1.000-2.000 saja," ucapnya.

Cabai merah keriting yang tadinya seharga Rp 16.000 naik menjadi Rp 18.000 per kilogram. Cabai merah tw yang tadinya seharga Rp 23.000 naik menjadi Rp 25.000 per kilogram. Begitu pula komoditas lainnya yang mengalami kenaikan Rp 1.000-2.000.

"Kenaikan ini gak ada sebabnya. Karena stoknya juga aman kok. Ini jadi, gejala rutin setiap Lebaran karena momentumnya. Kami gak bilang ini dari pedagang ya. Stoknya stabil lho di Jakarta. Bawang putih permintaannya per hari 49 ton di Jakarta. Sedangkan keluarga cabai 120 ton," ujar Arief.

Meski begitu, Arief menilai pihaknya belum harus melakukan operasi pasar secara berlebihan lantaran kenaikan harga dinilainya masih dalam batas kewajaran.

"Stigma ini sudah nempel di masyarakat, setiap lebaran bahan pokok pasti naik. Jadi ini alasannya gejolak momentum saja, mungkin pedagang ada yang mau bayar THR. Tapi saya minta sama mereka sebatas ini masih wajar kenaikannya ya sudah tidak apa-apa. Tidak perlu ada operasi pasar. Kalau sudah harga cabai di atas Rp 50.000 baru kami harus bergerak," kata Arief.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help