Kemenpar Kerjasama Dengan Artis Pebisnis 'Oleh-Oleh' Demi Mudik 2018

Kemenpar menjalin kerja sama dengan brand oleh-oleh artis untuk membantu promosi program wisata mudik lebaran di berbagai kota.

Kemenpar Kerjasama Dengan Artis Pebisnis 'Oleh-Oleh' Demi Mudik 2018
WARTA KOTA/IGN AGUNG NUGROHO
Pesona Mudik 2018 

KEMENTERIAN Pariwisata (Kemenpar) menjalin kerja sama dengan brand oleh-oleh artis kekinian untuk membantu promosi program wisata mudik lebaran di berbagai kota, 

Kementerian Pariwisata pun meluncurkan Pesona Mudik 2018 bersama Oleh-Oleh Artis.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, saat ini Kemenpar telah menjalin kerja sama 'co-branding' dengan lebih dari 100 brand, 37 brand di antaranya adalah brand oleh-oleh artis kekinian yang ikut membantu mempromosikan program wisata mudik lebaran di berbagai kota seperti Bogor, Yogyakarta, Solo, Makassar, dan kota lainnya.

"Para selebritas ini sekaligus menjadi endorse yang luar biasa bagi kampanye pariwisata kita," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya saat peluncuran 'Pesona Mudik 2018 bersama Oleh-Oleh Artis' di Hotel Ayana Midplaza, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (6/6/2018) petang.
Sejumlah selebritas sekaligus pemilik bisnis oleh-oleh kekinian itu, seperti Prilly Latuconsina, Fitri Carlina, Teuku Wisnu, Zaskia Sungkar, Oki Setiana Dewi, Syahrini, Ricky harun, dan Herfiza.

Arief Yahya mengatakan strategi media yang digencarkan adalah POSE, yakni paid, owned, social media, dan endorser. Tiga yang pertama yaitu paid media, owned media, social media dijadikan satu, yang dinamakan convergence media.

Sementara unsur keempat yaitu endorser katanya punya peran yang tak kalah penting karena dalam marketing, tokoh yang berbicara harus memiliki pengaruh dan menjadi unsur penting.

"Program yang dinamakan Pesona Mudik 2018 ini merupakan bentuk co-creation dalam kerja sama co-branding," katanya.

Lebih lanjut Arief Yahya menjelaskan, ada pun tiga tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mendongkrak brand Wonderful Indonesia di pasar global dan brand Pesona Indonesia di pasar domestik dalam menopang terwujudnya sektor pariwisata sebagai penggerak perekonomian nasional.
Kedua, mengembangkan penetrasi pasar dengan memanfaatkan jaringan pasar yang dimiliki oleh brand/perusahaan baik di pasar domestik maupun global.
Ketiga, dengan kerja sama co-branding itu akan menekan biaya promosi yang substansial karena dengan bermitra maka biaya promosi akan ditanggung secara bersama.

"Branding pariwisata Indonesia tidak bisa dilakukan secara sendirian oleh Kemenpar. Dengan peran media dan endorser, berkolaborasi dan bekerja bersama-sama kita akan bigger-broader-better-together," kata Arief Yahya.

Penulis: Ign Agung Nugroho
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved