Sentra Penjualan Parcel di Jalan Samali Belum Bergeliat

Sejumlah perajin dan pedagang parcel di Jalan Haji Samali, Jakarta Selatan mengaku pasar parcel tahun ini tidak begitu bergairah

Sentra Penjualan Parcel di Jalan Samali Belum Bergeliat
Warta Kota/Feryanto Hadi
Suasana di lokasi perdagangan parcel di Jalan Haji Samali, Jakarta Selatan, Rabu (6/6). 

SEJUMLAH perajin dan pedagang parcel di Jalan Haji Samali, Jakarta Selatan mengaku pasar parcel tahun ini tidak begitu bergairah dibandingkan dengan tahun lalu.

Pada Rabu (6/6/2018) atau H-9 jelang hari raya Idul Fitri, nilai penjualan mereka masih belum menggembirakan. Seperti diungkapkan Riyanto, pemilik Sarah Parcel.

Pedagang parcel saat melayani pembelinya di Jalan Haji Samali, Jakarta Selatan, Rabu (6/6).
Pedagang parcel saat melayani pembelinya di Jalan Haji Samali, Jakarta Selatan, Rabu (6/6). (Warta Kota/Feryanto Hadi)

Menurutnya, beberapa hari terakhir penjualan parcelnya stagnan sekitar 40 paket per hari. Padahal, pada momentum sama tahun lalu, ia bisa menjual ratusan parcel.

"Sekarang agak sepi jualannya. Beda jauh dengan tahun yang mampu jual ratusan di H-9 ini," kata Riyanto ditemui Warta Kota di kiosnya.

Riyanto tak bisa menganalisa dengan pasti penyebab penurunan penjualan parcel pada tahun ini. Ia hanya tahu, kondisi ekonomi saat ini sedang tidak baik dan daya beli masyarakat turun.

Pedagang parcel di Jalan Haji Samali, Jakarta Selatan, Rabu (6/6).
Pedagang parcel di Jalan Haji Samali, Jakarta Selatan, Rabu (6/6). (Warta Kota/Feryanto Hadi)

"Ya itu mungkin dampak dari ekonomi sekarang yang membuat daya beli turun. Apalagi instansi negeri kan tidak boleh ada parcel. Instansi swasta juga permintaannya berkurang karena mungkin kondisi perusahaannya," katanya.

Selain menjual kepada maayarakat umum, Riyanto mengandalkan pemesanan dari instansi swasta yang kerap memborong paket parcel dalam jumlah besar.

"Ada yang pesan sampai ratusan paket. Ada juga yang puluhan. Mereka biasanya dibagikan buat karyawan atau rekanan," kata dia.

Harga parcel yang ditawarkan di toko milik Riyanto berkisar antara Rp250 ribu hingga jutaan rupiah dengan sejumlah pilihan isi seperti biskuit, barang pecah belah, sirup dan barang lainnya.

"Kadang juga ada yang pesan dengan nominal tertentu termasuk isinya apa saja mereka yang minta," ungkapnya.

Meski demikian, ia berharap di hari-hari mendatang ada keajaiban dengan membludaknya penjualan parcel.

"Biasanya puncaknya yang paling ramai itu H-7. Mudah-mudahan nanti bisa laku banyak," harapnya.

Emon, karyawan Azwa Parcel di kawasan yang sama juga mengungkapkan hal serupa.

Ia tidak merinci berapa jumlah penjualan parcel setiap harinya, namun ia hanya menjawab, "Laku cuma satu dua saja saat ini," katanya.

Azwa Parcel menyediakan berbagai macam paket parcel mulai harga Rp300 ribu hingga Rp4 juta.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved