Lonjakan Utang BUMN Dampak Pembangunan Infrastruktur Mengancam Kesehatan APBN

Coba bayangkan, dalam tiga tahun terakhir sejak 2014, semua BUMN karya utangnya naik di atas 100 persen, bahkan lebih dari 600 persen.

Lonjakan Utang BUMN Dampak Pembangunan Infrastruktur Mengancam Kesehatan APBN
Tribunnews
Wakil Ketua DPR Fadli Zon saat ditemui di Gedung Nusantara II DPR, Senayan, Jakarta Pusat. 

SITUASI kurang menggembirakan tampak dari lonjakan utang.

Wakil Ketua DPR,  Fadli Zon menyatakan, melonjaknya utang BUMN hingga Rp 1.300 triliun dalam empat tahun dinilai memrihatinkan.

Fadli Zon menyatakan, BUMN kita sedang berada di ambang krisis utang yang serius.

"Untuk menyeimbangkan neraca keuangan, sejumlah BUMN, terutama yang bergerak di bidang energi dan infrastruktur, terancam harus menghentikan investasi dalam lima tahun ke depan," katanya.

Menurut Fadli,  satu per satu masalah yang ditanam oleh rezim berkuasa saat ini mulai meletus menjadi ancaman.

"Kita sudah mengingatkan dari awal bahwa pembangunan infrastruktur yang dilakukan saat perekonomian sedang lesu dan negara tak punya uang sangatlah berbahaya. Tapi, Presiden berdalih bahwa pembangunan infrastruktur tak akan membebani APBN," katanya. 

Menurut Fadli, kini, kita bisa sama-sama melihat bahwa dalih tersebut tidaklah benar. 

Pada kenyataannya, kata dia, pembangunan tadi telah dibiayai oleh utang BUMN yang risikonya pasti kembali lagi ke APBN.

“Sebagai gambaran, saat ini, total utang BUMN mencapai Rp 4.825 triliun atau naik Rp 1.337 triliun dibandingkan catatan utang tahun 2014 yang sebesar Rp 3.488 triliun," katanya.

Kalau diperhatikan, kata Fadli, data-data mengenai utang Indonesia, lonjakan utang sektor publik terjadi sejak tahun 2014 memang terutama disebabkan lonjakan utang BUMN.

Halaman
123
Penulis: Gede Moenanto Soekowati
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help