Gubernur Banten Jengkel Diusir dari Sekolah

Gubernur Banten, Wahidin Halim tampak menggebu - gebu saat memberikan penjelasan mengenai sekolah gratis.

Gubernur Banten Jengkel Diusir dari Sekolah
Warta Kota/Andika Panduwinata
Gubernur Banten, Wahidin Halim. 

GUBERNUR Banten, Wahidin Halim tampak menggebu - gebu saat memberikan penjelasan mengenai sekolah gratis.

Bahkan pria yang akrab disapa WH itu menceritakan kenangan pahit yang dialaminya di dunia pendidikan.

WH kecil berasal dari keluarga sederhana.

Sempat mengalami kesulitan dalam segi ekonomi.

Ia harus menahan rasa malu. Begitu harus diusir dari sekolah tempatnya menimba ilmu.

"Saya dulu waktu SD belum bayaran SPP 3 bulan diusir dari sekolah. Tidak boleh sekolah, dan harus lunasin bayaran dulu," ujar Wahidin terlihat jengkel mengenang masa itu saat dijumpai Warta Kota di Rumah Dinas Gubernur, Serang, Banten, Selasa (5/6/2018) malam.

Pendidikan saat itu memang tergolong mahal. Dan hanya orang - orang tertentu saja yang bisa menikmatinya.

"Orang miskin susah untuk sekolah. Harus bayar ini, bayar itu. Buat makan aja masih kesulitan," ucapnya.

Namun dari kegigihannya, WH bisa sampai ke titik kesuksesan. Ia sempat menjabat sebagai Wali Kota Tangerang dua periode dan hingga kini didapuk menjadi Gubernur Banten.

"Maka dari itu saya gagas pendidikan gratis. Selama saya jadi Wali Kota di Tangerang 10 tahun, bayaran sekolah gratis. Dan saat ini sudah diterapkan di Provinsi Banten," kata Wahidin.

"Untuk bayar SPP, kami yang tanggung. Begitu juga dengan embel - embel sekolah minta uang bangunan. Memang mau bangun apa? Kami yang bangun," sambungnya.

Bahkan guru honorer pun diberikan insentif dari upah selama mengajar. Jam mengajarnya juga ditambah demi kesejahteraan.

"Sekarang kalau di Banten masih ditemukan sekolah yang memungut bayaran, langsung laporkan ke kami. Di mana tempatnya, kasih tahu biar segera ditindak lanjuti. Sanksi tegas, langsung diberhentikan kepala sekolahnya seperti di SMKN 4 Tangerang itu," beber WH bernada tinggi.

"Sekolah - sekolah juga enggak usah ribet - ribet mau ngadain piknik. Bisa memberatkan para orangtua siswa. Apalagi dari keluarga miskin. Kalau memang mau piknik yang dekat - dekat aja lah, enggak usah jauh - jauh," paparnya. (dik)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help