Aksi Terorisme

Sebut Tangerang Selatan Masuk Zona Merah, Airin: Para Teroris itu Beda dari yang Lain

Alumni fakultas hukum Unpar tersebut mengaku sudah mencoba menangkal radikalisme dengan mendekati para ulama.

Sebut Tangerang Selatan Masuk Zona Merah, Airin: Para Teroris itu Beda dari yang Lain
WARTA KOTA/ZAKI ARI SETIAWAN
Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany dalam acara Komunikasi Sosial dengan Aparat Pemerintahan di Wilayah Tangerang Selatan, Senin (4/6/2018). 

WALI Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany mengatakan, Tangsel masuk zona merah rawan terorisme.

Hal itu Ia sampaikan di Gedung Pemerintah Kota Tangsel dalam acara Komunikasi Sosial dengan Aparat Pemerintahan di Wilayah Tangerang Selatan, Senin (4/6/2018).

“Tangsel merupakan zona merah. Makanya beberapa kali kita sering melihat Densus berkeliaran di sini (Gedung Pemkot),” kata Airin di hadapan Danrem 052 Kolonel TNI Agustinus dan ratusan Aparatur Sipil Negara.

Baca: Gaji Ketua Dewan Pengarah Lebih Besar Ketimbang Kepala BPIP, Fadli Zon: Dari Mana Modelnya?

Alumni fakultas hukum Unpar tersebut mengaku sudah mencoba menangkal radikalisme dengan mendekati para ulama.

“Namun para teroris itu beda dari yang lain,” ujarnya.

Menurut Airin, teroris sekarang bisa menjadi siapa saja dan tanpa atribut khusus. Airin kemudian mengaitkannya dengan peristiwa baku tembak anggota Densus dengan teroris di Ciputat pada 2014 silam. Menurut Airin, teroris di Ciputat seperti warga pada umumnya yang tidak menunjukkan perilaku ganjil.

Baca: Gaji Ketua Dewan Pengarah BPIP Rp 112 Juta, Fadli Zon: Anehnya Lagi Mereka Tidak Menolak

“Dia (teroris) ikut pengajian kok sama warga,” ucapnya.

Beberapa tahun lalu, UIN Syarif Hidayatullah yang berlokasi di Ciputat, Tangerang Selatan, pun pernah kecolongan terkait pembaiatan simpatisan ISIS. (*)

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved