Pemkot Bekasi Siagakan Ratusan Dokter di Jalur Mudik

Ada yang berjaga di 42 puskesmas di wilayah setempat dan di dua posko gabungan pemerintah dengan Polrestro Bekasi Kota

Pemkot Bekasi Siagakan Ratusan Dokter di Jalur Mudik
Kompas.com/Wikimediacommons
Ilustrasi dokter 

Ratusan dokter disiagakan di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi saat mudik lebaran di wilayah setempat. Mereka dikerahkan guna melayani masyarakat apabila ingin istirahat, sekaligus penanganan awal bila pemudik mengalami kecelakaan saat berkendara.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati mengatakan, ada 57 dokter yang disiagakan pemerintah daerah dalam mudik lebaran ini. Mereka berjaga sejak H-7 sampai H+7 dengan lokasi penugasannya beragam.

Ada yang berjaga di 42 puskesmas di wilayah setempat dan di dua posko gabungan pemerintah dengan Polrestro Bekasi Kota. "Dua posko yang kita bangun ada di PDAM Bhagasasi dan Terminal Induk Bekasi," kata Tanti di kantornya, Jalan Jendral Sudirman, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Selasa (5/6).

Menurut dia, ada tiga puskesmas yang memiliki konsentrasi cukup tinggi karena berada di lintasan mudik. Pertama puskesmas Bantargebang di Jalan Raya Narogong, puskesmas Pondokgede di Jalan Raya Jatiwaringin dan puskesmas Karangkitri di Jalan Chairil Anwar.

"Tiga puskesmas ini merupakan lintasan yang dilalui pemudik menuju Pantai Utara (Pantura), sehingga harus tetap dibuka selama 24 jam," ujarnya.

Tanti menegaskan, semua layanan kesehatan itu dilarang menolak pasien miskin. Apalagi mereka warga Kota Bekasi yang dibekali kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan atau Kartu Sehat berbasis Nomor Induk Kependudukan. "Pelayanan juga harus diberikan kepada pemudik yang mengalami kecelakaan lalu lintas," ujar Tanti.

Untuk mengantisipasi pasien rujukan, kata Tanti, dokter dan perawat tetap masuk hingga hari lebaran di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi. Bahkan petugas kesehatan seperti dokter dan perawat disiagakan di posko mudik yang tersebar di wilayah setempat.

"Bukan hanya petugas, tapi stok obat dan ambulans juga disiagakan untuk menangani pemudik yang membutuhkan rujukan ke rumah sakit," ungkapnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi menyiagakan 117 personel yang terdiri dari dokter dan perawat. Mereka bersiaga di 13 posko kesehatan yang tersebar di lintasan mudik jalur setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Sri Enny mengatakan, 13 posko mudik itu berada di Kecamatan Tambun Selatan samping Bussines Park, Pasar Tambun, Lampu Merah Cibitung, Pos Pengamanan (Pospam) Kalijaya Cikarang Barat, sebelah PT. Indo Beras Unggul Kecamatan Kedungwaringin dan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Kedungwaringin.

Sementara untuk di dalam tol berada di Rest Area KM 19 Tambun, Rest Area KM 39 Cikarang Pusat dan di Gerbang Tol Cikarang Utama. "Petugas yang dikerahkan berjaga selama 24 jam dengan skema bergantian," kata Sri Enny.

Selain tim medis, kata dia, dinas juga menyiapkan tim monitoring dan evaluasi sebanyak 26 orang. Tugasnya melakukan pemantauan rutis di sepanjang jalur mudik di Kabupaten Bekasi seperti di sepanjang Jalan Kalimalang, Jalan Raya Teuku Umar, Jalan Raya Imam Bonjol, Jalan Raya Fatahillah, Jalan RE Martadinata hingga perbatasan dengan Karawang.

"Pemudik yang datang ke Posko kesehatan tersebut akan diberikan pelayanan berupa pengecekan kondisi tubuh, pengecekan tensi darah, gawat darurat, penanganan evakuasi jika terjadi darurat terhadap pemudik bisa dirujuk kerumah sakit," imbuhnya. (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved