Banyak Orangtua Cari Sekolah Favorit di Jakarta, Ini Kata Dinas Pendidikan

SEJUMLAH pelajar di DKI Jakarta tengah mengikuti penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk memasuki jenjang berikutnya.

Banyak Orangtua Cari Sekolah Favorit di Jakarta, Ini Kata Dinas Pendidikan
WARTA KOTA/YOSIA MARGARETTA
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau posko PPDB di SMK Negeri 1 Jakarta, Senin (28/5/2018). 

SEJUMLAH pelajar di DKI Jakarta tengah mengikuti penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk memasuki jenjang berikutnya.

Tak hanya calon siswa, orangtua pun tidak kalah terlibat untuk mencarikan anaknya sekolah yang terbaik atau yang menjadi favorit di kalangan masyarakat

Merek berbondong-bondong untuk dapat bersekolah di sekolah yang digolongkan menjadi sekolah favorit.

Menjawab fenomena yang terjadi di masyarakat itu, Wakil Kepala Dinas Pendidikan, Bowo Irianto mengatakan bahwa stigma tersebut merupakan stigma yang diciptakan oleh masyarakat sendiri.

"Semua sekolah sama. Yang membuat label favorit itu, mestigma itu sebenarnya masyarakat dan orang tua sendiri," ujar Bowo kepada Wartakotalive, Senin (4/6/2018).

Bowo memberikan penjelasan bahwa sekolah yang dianggap favorit tidak melulu menjamin anak bisa menjadi yang terbaik.

Dirinya mengibaratkan terkadang ketika berada di sekolah yang dianggap biasa-biasa saja, bisa jadi anak tersebut malah berprestasi.

"Kalau memang daya tampung di sekolah (favorit) itu ada 300. Tetapi anak yang bersangkutan ada di situ dan nanti setelah lulus ada di peringkat 300, masih lebih bermakna di sekolah yang menurut pendapat masyarakat sekolah yang biasa-biasa saja tapi dia masuk 10 besar," jelas Bowo.

Tidak menjamin anak menjadi cerdas, Bowo menambahkan bahwa faktor anak menjadi cerdas lainnya adalah dari lingkungan dan orangtua.

"Anak menjadi cerdas atau tidak, itu tidak semata-mata sekolah tapi juga dari lingkungan, orang tua itu juga berperan besar untuk mendampingi anak-anaknya berhasil menggapai keinginannya," tuturnya.

Dinas Pendidikan Lakukan Pemerataan

Bowo menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan DKI Jakarta berusaha untuk melakukan pemerataan pendidikan DKI Jakarta.

Hal ini untuk menghindari adanya stigma di masyarakat tentang status sekolah favorit dan sekolah yang dianggap biasa-biasa saja.

"Dinas pendidikan berusaha untuk melakukan pemerataan pendidikan. Maka kalau melihat 2-3 tahun terakhir ini, kita mencoba melakukan redistribusi guru," ujar Bowo.

"Dengan tujuan agar sekolah-sekolah yang selama ini memiliki label tingkat yang dibawah ini juga bisa mendapatkan pemerataan pelayanan pendidikan oleh guru-guru yang juga dari sisi kompetensinya juga bagus dan pengalaman," tambahnya.

Penulis: Yosia Margaretta
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help