Eksklusif Wartakota

VIDEO Viral: Lembaran Al Quran Jadi Nota Ekspedisi, Kiyai NU: Bisa Penghinaan Nih

“Ini malah disobek-sobek untuk dipakai sebagai nota pengiriman barang,” kata kiyai NU Jawa Timur.

BEREDARNYA video berdurasi 43 detik yang memperlihatkan nota pengiriman jasa ekspedisi yang dicetak di balik lembaran Al Quran disikapi tegas Pimpinan Wilayah Jamiyatul Qurra wal Huffadz NU Jawa Timur.

Wakil Sekteraris PW JQH NU Jatim, H M Thohir Munawar, mengemukakan bahwa hal tersebut bisa mengarah kepada penghinaan.

Thohir, Kiyai Nahdlatul Ulama (NU), itu mengatakan, dalam pendapat madzhab Hanafi dan Hambali, kalau toh mau didaur ulang, lembaran kertas Al-Qur’an harus dikembalikan untuk Al-Qur’an lagi.

Baca: Viral Ekspedisi Pakai Sobekan Al Quran, Ini Penjelasan Elteha Blitar

Jika tidak didaur ulang, maka lembaran Al Quran yang rusak harus dikubur.

“Atau dapat dibakar agar tak terinjak kaki, demikian menurut madzhab Maliki dan Syafii,” katanya, Ahad (3/6).

Baca: Ramai Foto Gatot Cium Tangan SBY, Begini Penjelasannya

Hal itu pernah dilakukan oleh Khalifah Usman bin Affan saat penulisan ulang Al-Qur’an, lanjutnya.

“Ini malah disobek-sobek untuk dipakai sebagai nota pengiriman barang,” kata Thohir kepada NU Online saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang, tidak terprokovasi, dan terus mengawal kasus ini dengan menjaga kekhusuan dan kemuliaan bulan suci Ramadhan.

Tak hanya itu, pihaknya juga mengapresiasi langkah kepolisan yang telah mengusut kasus yang sangat berpotensi mengganggu ketenangan masyarakat ini.

“Mari kita kawal bersama,” tedasnya singkat.

Untuk diketahui bahwa video yang memperlihatkan nota pengiriman jasa ekspidisi yang dicetak di balik lembaran Al-Qur’an ini telah diunggah melalui akun instagram reaksirakyat1.

Video tersebut memperlihatkan empat lembar nota pengiriman ekpsidisi di Jalan Raya Manding depan SPBU Pamolokan, Sumenep, Jawa Timur.

Dan video itu saat ini tengah viral. (Moh Kholidun/Ibnu Nawawi)

Editor: Suprapto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help