Pedagang Nilai Daging Sapi Setiap Jelang Lebaran Sudah Pasti Naik

Setiap mau Lebaran, yang namanya daging sapi mana ada yang enggak naik. Pasti naik terus.

Pedagang Nilai Daging Sapi Setiap Jelang Lebaran Sudah Pasti Naik
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Pedagang sapi potong tutup lebih awal. 

"MENJELANG Lebaran, yang namanya daging sapi mana ada yang enggak naik. Pasti naik terus!" begitu lah ungkapan Sanjaya (30), salah satu pedagang daging sapi potong di Pasar Kopro, Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Minggu (4/6/2018).

Menurutnya, sejak awal bulan puasa, harga daging sapi pun sudah mencapai Rp 120 ribu per-kilo.

Sanjaya, jadi satu-satunya seorang pedagang daging sapi potong yang kini masih bertahan berjualan hingga sore ini di Pasar Kopro.

Para pedagang lain, kata Sanjaya, sudah lebih dulu pulang ke rumah.

Diungkapkan Sanjaya, kebanyakan pedagang daging sapi potong di Pasar Kopro, lebih cepat pulang lantaran sepi pembeli.

Mengenai harga daging sapi yang melonjak berimbas sepi akan pembeli menjadi alasan beberapa pedagang daging sapi potong untuk lebih dini menutup lapaknya.

"Ya malas juga lama-lama ya di Pasar. Karena, para peminat daging sapi potong juga sangat sepi. Sejak awal puasa, menjelang Lebaran kan sekarang ini juga sepi. Pembeli, paling sekitar dua tiga orang," kata Sanjaya.

Sanjaya, masih meyakini sangat tidak mungkin harga daging sapi bisa menurun jelang lebaran tahun imi.

"Terkecuali kalau di angka Rp 80.000 per-kilo, itu disubsidinya ke daging lokal. Kalau subsidi ke daging import itu enggak mungkin. Jadi jika disubsidi daging import, namum harga daging lokal masih diatas Rp 100.000 ya mau tak mau pedagang ngejualnya ngikutin harga daging si lokal. Sebab, yang jadi acuannya pedagang itu daging yang baru fresh dipotong bukan daging import. Sekarang aja harga satu kilogram sapi hidup itu di atas Rp 80.000. Gimana bisa dijual Rp 80.000?" paparnya.

Ia menambahkan, "Saya berani taruhan lah ya kalau pemerintahnya itu berani subsidi daging import, asal daging lokal enggak disubsidikan ya. Alhasil, pedagang itu jadi jual harga daging lokal. Malah, pedagang yang jadi untung gede. Kalau kita nakal kan bisa aja bilang ke pembeli itu daging lokal. Tapi, tak tahunya yang dikasih daging impor. Yang kasian itu masyarakat juga kan," tambahnya.

Sanjaya mengatakan, daging sapi akan alami kenaikkan tiga hari menjelang lebaran. Diakui Sanjaya, ada kemungkinan daging sapi perkilo mencapai Rp 150 ribuan.

"Kan operasionalnya jika lebaran naik, ongkos naik. Biasanya saja, sampe seminggu setelah lebaran lah baru normal lagi harga daging sapi itu," jelasnya.

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved