Kepastian Mogok Pilot Garuda Indonesia di Tangan Presiden Jokowi

SERIKAT Pekerja PT Garuda Indonesia (Sekarga) tengah mengatur pertemuan dengan Presiden Joko Widodo.

Kepastian Mogok Pilot Garuda Indonesia di Tangan Presiden Jokowi
Warta Kota/Rangga Baskoro
Menteri Koordinator Bidang Kemaritimann Luhut Binsar Panjaitan (tengah) bersama Ketua Harian Serikat Pekerja PT Garuda Indonesia (Sekarga) Tomy Tampatty 

SERIKAT Pekerja PT Garuda Indonesia (Sekarga) tengah mengatur pertemuan dengan Presiden Joko Widodo.

Pertemuan itu bakal berkaitan dengan rencana mogok para pilot Garuda Indonesia. 

Ketua Harian Serikat Pekerja PT Garuda Indonesia (Sekarga). Tomy Tampatty, menjelaskan pihaknya telah menemui Menteri Kemenko Maritim Luhut Binsar Panjaitan untuk menjembatani Sekarga mendekati Presiden Jokowi.

Pertemuan tersebut juga membahas mengenai wacana mogok yang akan dilakukan oleh para pekerja Garuda apabila tuntutannya tak juga diperhatikab oleh pemerintah, dalam hal ini Menteri BUMN Rini Soemarno.

"Saat kami sampaikan rencana mogok kepada Pak Luhut, tentu saja beliau sebagai Menteri Koordinator tak menginginkan hal itu terjadi. Maka dari itu beliau menyampaikan akan membantu mencarikan solusi," ucap Tomy saat dikonfirmasi Warta Kota, Minggu (3/6).

Tomy mengatakan beberapa pekan kedepan merupakan batas tenggat waktu yang dilayangkan pihaknya kepada perusahaan untuk mengevaluasi tuntutan para pekerja yang disampaikan saat konferensi pers pada 2 Mei 2018 lalu.

"Kami memberikan batas waktu 30 hari kerja sejak konferensi pers terakhir. Teepotong tanggal merah dan cuti bersama. Jadi akan jatuh tempo pada 19 Juni 2018," ujar Tomy.

Pada tanggal 19 Juni mendatang, pihaknya akan kembali memberitahukan kepada publik mengenai rencana mogok tersebut.

"Kalau tidak ada titik temu, tanggal 19 Juni kami akan beritahukan ke publik bahwa kami akan mogok. Tanggal dan berapa lamanya belum kami tentukan. Karena sesuai dengan ketentuan kalau mogok harus ada pemberitahuan dulu kepada publik. Saya tekankan kalau mogok tidak akan kami lakukan pada posisi mudik lebaran sekarang," ungkapnya.

Namun demikian, rencana mogok tersebut bisa saja tidak jadi dilakukan apabila Menteri BUMN bersedia memenuhi permintaan para karyawan PT Garuda Indonesia.

"Tapi kalau ternyata ada solusi dari tuntutan kami terkait evaluasi total, kami akan mempertimbangkan rencana kami untuk melakukan mogok. Perlu diketahui Asosiasi Pilot Garuda (APG) dan Sekarga punya komitmen tinggi untuk menjaga hak-hak konsumen. Kalau pun kami mogok, percayalah itu bukan pilihan utama bagi kami. Kami berharap ada atensi," ujarnya.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help