Dua Pejabat Bekasi Jalani Sidang Etik di Kemendagri Terkait Pilkada

Pemerintah pusat konsisten dalam mengawal aparatur negara agar tetap netral dalam Pilkada nanti.

Dua Pejabat Bekasi Jalani Sidang Etik di Kemendagri Terkait Pilkada
Warta Kota/Muhamad Azzam
Segudang masalah dihadapi Kota Bekasi. Salah satunya, kemacetan terjadi di Jalan Raya Ir H Juanda Kota Bekasi. Pejabat yang tidak netral disidang. 

TERDAPAT 2 pejabat Pemerintah Kota Bekasi menjalani sidang etik atas dugaan pelanggaran netralitas jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018.

Dua pegawai yang terdiri dari eselon II dan III ini mengikuti sidang etik di Kementerian Dalam Negeri pada Senin (4/6/2018).

"Sidang dimulai pukul 14.00 dan saya akan hadir di ruang sidang bersama perwakilan instansi terkait untuk mengikuti jalannya sidang. Masalah netralitas jelang Pilkada ini tidak main-main," kata Penjabat Wali Kota Bekasi Ruddy Gandakusumah pada Senin (4/6/2018).

Menurut dia, sidang kode etik ASN itu diikuti oleh 25 pejabat struktural yang berkaitan dengan aparatur sipil negara (ASN).

Masing-masing berasal dari perwakilan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Komisi ASN dan lainnya.

Pemanggilan terhadap pejabat eselon II berinisial RS dan eselon III berinisial JN dalam sidang kode etik ASN ini merupakan bukti bahwa pemerintah pusat konsisten dalam mengawal aparatur negara agar tetap netral dalam Pilkada nanti.

Bahkan RS dan JN juga diduga memobilisasi belasan ribu aparatur Pemkot Bekasi untuk mendukung salah satu pasangan calon Pilkada Kota Bekasi melalui kegiatan apel maupun rapat internal pemerintah daerah.

Adapun sidang tersebut akan membahas penyebab dan solusi dari persoalan yang timbul di Kota Bekasi melalui mekanisme dengan Komisi ASN. "Rekomendasi hukuman tetap akan diserahkan kepada saya. Paling tidak nama baiknya tercoreng karena terkena hukuman," ujar Ruddy.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help