Dinas Perindustrian dan Energi Pastikan Pohon Imitasi Tidak Senilai Rp 8 Milliar dan Rp 2 Milliar

Lampu hias berbentuk pohon yang sedang viral di media sosial merupakan aset dari Dinas Perindustrian dan Energi Jakarta Pusat.

Dinas Perindustrian dan Energi Pastikan Pohon Imitasi Tidak Senilai Rp 8 Milliar dan Rp 2 Milliar
istimewa
Pohon imitasi yang sempat dipasang di Jl MH Thamrin dan viral di medsos. 

LAMPU hias berbentuk pohon yang sedang viral di media sosial merupakan aset dari Dinas Perindustrian dan Energi (PE) Jakarta Pusat.

Kepala Dinas PE, Yuli Hartono meluruskan bahwa apa yang tersebar di media sosial terkait aggaran yang digunakan untuk membeli pohon hias itu tidak benar.

Ada dua isu yang beredar di masyarakat dimana dikatakan sejumlah pohon yang terlihat cantik di malam hari itu memiliki nilai Rp 8 milliar dan Rp 2 milliar.

Yuli pun menampik dan menjelaskan bahwa aset yang dimiliki Sudin PE Jakarta Pusat itu memiliki nilai per satu pohon adalah Rp 8,1 juta.

Baca: Fakta Baru Pohon Imitasi Ditanam di Trotoar dan Viral di Media Sosial

"Karena memang tidak ada anggaran (lampu) itu (tahun ini). Waktu kita beli bahwa harganya kurang lebih sekitar Rp 8,1 juta. Kita hanya beli di tahun 2017 itu 63 unit," ujar Yuli di Kantor Dinas PE, Jalan Taman Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (4/6/2018).

Nilai kontrak yang dilakukan lewat lelang bersama (konsolidasi) tahun Angga 2017 itu hanya bernilai sekitar Rp 570 juta.

Dicabut karena menghalangi jalan

Kepala Dinas PE pun mengakui, salah satu alasan pencabutan kembali pohon-pohon yang dikomentari warga net itu karena menghalangi pejalan kaki di trotoar.

"Ada satu titik pohon yang memang menghalangi pejalan kaki, yaitu yang di media itu yang warna hijau tuh. Lalu ada satu warna putih yang ada di tengah jalur disabilitas. Langsung dicabut," tutur Yuli.

Akan Pertimbangkan untuk Pasang Kembali

Yuli pun mengatakan bahwa dirinya akan mempertimbangkan kembali apakah ingin memasang pohon-pohon hias itu kembali.

Dirinya pun akan mempertimbangkan juga lokasi-lokasi ditempatkannya pohon hias tersebut agar tidak menggangu pejalan kaki.

"Saya akan rencanakan ulang. Saya akan koordinasi lagi baiknya gimana. Kalau perintah pasang lagi, ya kita pasang lagi," tutur Yuli.

Penulis: Yosia Margaretta
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved