Cek Ban Sebelum Mudik, Ternyata yang Bikin Ban Meletus Bukan Kelebihan Angin

kurang udara itu membuat ban menjadi berlipat sehingga ketika melaju terus terjadi gesekan dengan aspal dan bisa meledak.

Cek Ban Sebelum Mudik, Ternyata yang Bikin Ban Meletus Bukan Kelebihan Angin
Kompas.com/Alsadad Rudi
Presiden Direktur PT Bridgestone Indonesia Gaurav Gupta memperagakan cara memeriksa tekanan angin dengan alat khusus dalam kunjungannya ke rest area 57 Tol Jakarta-Cikampek yang menjadi lokasi kampanye keselamatan ban, Selasa (8/5/2018). 

Masyarakat yang mudik menggunakan alat transportasi darat, khususnya mobil, wajib memperhatikan tekanan udara ban. Selain demi kelancaran, hal itu juga untuk menjaga keselamatan bersama selama di perjalanan. Usahakan untuk selalu berada dalam ukuran normal yang telah direkomendasikan oleh masing-masing pabrikan mobil. Biasanya, ukuran standar bisa dilihat di sekitar pintu depan bagian pengemudi

Menurut Rally Marina, pebalap wanita asal Indonesia, memperhatikan tekanan udara pada ban itu sangat wajib. Sebab, jika kurang asupan udara, ban mudah pecah dan bisa membahayakan orang yang ada di mobil tersebut apalagi dalam kondisi kecepatan tinggi. "Justru kurang udara yang menjadikan ban pecah, bukan karena kelebihan udara," kata Rally belum lama ini di kawasan Jakarta Selatan.

Hal tersebut juga diungkapkan Aries Abdullah, Senior Manager Business Support Sales Replacement PT Gajah Tunggal Tbk. Menurut dia, kurang udara itu membuat ban menjadi berlipat sehingga ketika melaju terus terjadi gesekan dengan aspal dan bisa meledak. 

"Jadi lebih aman sesuai dengan rekomendasi pabrikan, kalau perjalanan jauh ditambah 10 persen dari ketentuan, untuk mengurangi defleksi (perubahan bentuk) pada ban," ujar Aries di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Nah, jadi buat Anda yang mudik wajib memperhatikan hal ini sebelum mulai melakukan perjalanan ke kampung halaman.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bahaya Mana, Ban Kurang Udara atau Kelebihan Udara?",

Penulis : Aditya Maulana
Editor : Azwar Ferdian

Editor: ahmad sabran
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help