Home »

News

» Jakarta

Anggaran Pembangunan Gedung Serbaguna Perkampungan Budaya Betawi Makin Membengkak

Pembangunan mangkrak selama dua tahun hingga 2016 lantaran sejumlah material seperti ornamen khas Betawi tidak tersedia.

Anggaran Pembangunan Gedung Serbaguna Perkampungan Budaya Betawi Makin Membengkak
Warta Kota/Dwi Rizki
Pembangunan Gedung Serbaguna Perkampungan Budaya Betawi (PBB) Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan mangkrak. Pembangunan Gedung Serbaguna Perkampungan Budaya Betawi (PBB) Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan mangkrak. Pasalnya, meleset kembali dari rencana, pembangunan gedung yang sebelumnya ditargetkan rampung sejak akhir tahun 2017 justru mangkrak. 

MANGKRAK hingga kembali molornya target penyelesaian pembangunan Gedung Serbaguna Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan disebabkan beragam masalah, khususnya kebutuhan anggaran yang terus membengkak.

Permasalahan tersebut diketahui sejak awal pembangunan dilakukan ketika era Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada tahun 2014.

Kala itu, pembangunan gedung disepakati menelan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2014 hingga sebesar Rp 15 miliar.

Namun, pembangunan mangkrak selama dua tahun hingga tahun 2016 lantaran sejumlah material bangunan, seperti ornamen khas Betawi tidak tersedia dalam e-katalog.

Selain itu, anggaran tambahan dibutuhkan guna merampungkan bangunan konsep mezanine berlantai empat itu.

Permintaan pengelola pun disepakati Sony Sumarsono selaku Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2016. Dirinya bahkan menetapkan tambahan anggaran pembangunan hingga sebesar Rp 17 miliar dengan harapan akhir tahun 2017 gedung sudah dapat digunakan.

Namun rencana tinggal harapan, pembangunan gedung tidak kunjung rampung hingga kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta kembali bergulir dari Ahok kepada Djarot Saiful Hidayat serta Anies Rasyid Baswedan pasca Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu. Gedung masih ditutup seng saat ini.

Terkait hal tersebut, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Gumelar menyebutkan gedung masih dalam tahap penyelesaian pembangunan ornamen sekaligus pemasangan pagar di sekeliling tangga dan bangunan. Sementara, anggaran pembangunan diungkapkannya kembali ditambah sebesar Rp 9 miliar pada tahun 2017.

"Total anggaran tambahan untuk tahun 2019 sekitar Rp 9 miliar, digunakan untuk pembangunan. Alasan kenapa gedung belum dibuka karena memang masih harus ada pemasangan ornamen dan railing (pagar) sekeliling gedung dan tangga yang sudah kami anggaran di tahun 2019," ungkapnya dihubungi pada Senin (4/6/2018).

Sementara itu, Kepala UP PBB Setu Babakan, Rofiqoh Mustafa mengakui penutupan gedung serbaguna lantaran pembangunan belum selesai. Pembangunan katanya masih dalam tahap penyelesaian, khususnya pemasangan ornamen dan pagar, tetapi karena waktu yang terbatas sehingga pembangunan tidak dapat dilanjutkan.

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help