Home »

Depok

Aliran PDAM Mampet, 35.000 Warga Depok Jadi Korban

Aliran air bersih dari PDAM Depok terhenti malam ini. Sekitar 35.000 pelanggan jadi korban.

Aliran PDAM Mampet, 35.000 Warga Depok Jadi Korban
WARTA KOTA/BUDI SAM LAW MALAU
Mobil tangki air PDAM Tirta Asasta dikerahkan ke pelanggan. 

PERUSAHAAN Daerah Air Minum (PDAM) Kota Depok, Tirta Asasta, akan menghentikan pengaliran air bersih sementara selama 6 jam ke puluhan ribu pelanggannya di kawasan Kecamatan Sukmajaya dan Kecamatan Cimanggis, Depok, mulai Senin (4/6/2018) malam ini sampai Selasa (5/6/2018) dinihari.

Penghentian pengaliran air bersih dilakukan mulai Senin malam pukul 20.00 sampai Selasa pukul 02.00.

Direktur Umum PDAM Tirta Asasta Kota Depok, EE Sulaeman, menyebutkan dari sekitar 60 ribu pelanggan PDAM Depok, ada sekitar 35 Ribu pelanggan yang akan terkena penghentian pengaliran air bersih kali ini.

"Pelanggan yang terdampak atau terkena penghentian pengaliran air bersih kali ini sebanyak sekirar 35 ribu pelanggan," kata Sulaeman kepada Warta Kota, Senin (4/6/2018).

Menururnya penghentian pengaliran air bersih ini, dilakukan sehubungan dengan adanya tapping pipa 400 mm di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Legong di Sukmajaya, Depok pada Senin malam dan Selasa malam.

Tapping pipa katanya merupakan penyambungan serta pemotongan pipa sekaligus pemeliharaan, yang mengharuskan pengaliran air dihentikan sementara.

Sulaeman merinci wilayah di Kecamatan Sukmajaya dan Cimanggis yang terdampak atau terkena penghentian pengaliran air sementara itu adalah wilayah Depok II Tengah, Depok Timur, di Jalan IR H Juanda, Taman Duta Bukit Cengkeh, Pelni sekitarnya, Pondok Duta I dan II, serta Jalan Raya RTM Kelapa Dua dan sekitarnya.

"Berkenaan dengan hal tersebut kepada pelanggan diimbau agar menampung air bersih seperlunya sebelum penghentian air dilaksanakan," kata Sulaeman.

Ia mengaku sudah mensosialisasikan rencana penghentian pengaliran air sementara ini ke para pelanggannya yang terdampak, baik melalui surat edaran langsung dan juga melalui media sosial.

"Atas hal ini, kepada pelanggan yang terdampak, kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya," kata Sulaeman.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help