Liga 1

Marko Simic Kritik Komdis PSSI yang Menghukumnya Berdasarkan Video Instagram Berkualitas Buruk

"Wasit juga ada di dekat saya, dan dia juga tidak meniup peluit adanya pelanggaran,” sambungnya.

Marko Simic Kritik Komdis PSSI yang Menghukumnya Berdasarkan Video Instagram Berkualitas Buruk
Media Persija
Selebrasi Marko Simic setelah mencetak gol ke gawang Persipura, Jumat (25/5/2018) di Stadion Pakansari, Bogor. 

STRIKER Persija Marko Simic mendapat sanksi dari Komite Disiplin (komdis) PSSI berupa larangan bermain empat pertandingan ditambah denda Rp 20 juta, lantaran dinilai menyikut pemain lawan.

Striker asal Kroasia itu dinilai menyikut pemain Persipura Ian Louis Kabes pada laga pekan ke-10 Liga 1 2018, yang mempertemukan Persija vs Persipura, Jumat (25/5/2018) pekan lalu.

Namun, striker bernomor punggung 9 ini berpendapat, dalam video yang digunakan Komdis untuk menghukumnya, jelas-jelas dia tidak bermaksud mencederai seseorang.

Baca: Jenita Janet Mengaku Lebih Fit Saat Bulan Puasa

“Itu adalah situasi yang normal. Saya tidak melihat seseorang di belakang saya. Kejadiannya juga cukup cepat. Saya hanya berusaha menyongsong bola. Tidak untuk mencederai atau menendang lawan," tutur Simic.

"Jika ada gerakan tangan saya yang disebut menyikut, itu tidak benar. Karena saya dalam posisi berlari. Wasit juga ada di dekat saya, dan dia juga tidak meniup peluit adanya pelanggaran,” sambungnya.

Di seluruh dunia, baik di Eropa atau Asia, menurut Simic  itu adalah situasi normal. Bomber pemilik tinggi badan 182 sentimeter itu mengaku dirinya dan lawan saling berlari dan dalam marking yang ketat.

Baca: Suami Nyaris Bunuh Istri karena Pakai Uang untuk Bayar Utang Tanpa Izin

Simic juga menambahkan, sanksi yang diterimanya secara mendadak di H-1 menjelang laga Persija kontra Persebaya, Minggu (3/6/2018) ini, merupakan serangan bagi dirinya

“Saya tidak pernah mendapatkan kartu merah sepanjang karier bermain sepak bola. Ini adalah serangan besar kepada pribadi saya, Persija, dan juga suporter. Bayangkan, hukuman itu dijatuhkan sehari sebelum pertandingan besar,” paparnya.

Dia menambahkan, saat hukuman itu diberikan, Persija sudah melakukan persiapan matang dan terbang ke Bantul untuk bertanding kontra Persebaya.

Baca: Penyerang Mapolsek Maro Sebo Pernah Terlibat Kasus Curanmor dan Narkoba

Lebih lanjut, topskorer dan pemain terbaik Piala Presiden 2018 ini juga menyayangkan pihak Komdis yang menjatuhkan hukuman hanya dari video yang tersebar di media sosial dengan kualitas tidak bagus.

”Hukuman ini adalah keputusan yang benar-benar salah. Kamu tidak bisa menghukum seseorang malam hari sebelum pertandingan, hanya karena video di Instagram dengan gambar yang kualitasnya tidak bagus,” kritiknya.

Terkait hal ini, Persija melalui sang Manajer Marsekal Pertama (Marsma) TNI Ardhi Tjahjoko, tidak akan tinggal diam dan akan mengajukan banding kepada Komdis PSSI, secepatnya. (*)

Penulis: Gisesya Ranggawari
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved