Kuasa Hukum Setya Novanto: Korupsi Kejahatan Biasa

Sepakat dengan Maqdir, anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Nasdem Taufiqulhadi juga menyatakan hal yang sama.

Kuasa Hukum Setya Novanto: Korupsi Kejahatan Biasa
TRIBUNNEWS/THERESIA FELISIANI
Maqdir Ismail 

ADVOKAT senior Maqdir Ismail berpendapat, korupsi bukanlah kejahatan luar biasa, melainkan tindak kriminal biasa seperti pidana pada umumnya.

Pernyataan ini disampaikan Maqdir di acara diskusi bertema 'Berebut Pasal Korupsi?' di ‎kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (2/6/2018).

"Korupsi ini kan kejahatan jabatan, ‎kalau kita baca di India 2.000 tahun sebelum Masehi sudah ada buku soal korupsi, jadi korupsi ini kejadian biasa, dan tidak ada yang berlebihan. Hanya memang secara umum ini dilakukan oleh pejabat negara," tutur kuasa hukum Setya Novanto di kasus korupsi proyek KTP elektronik tersebut.

Baca: Polisi Periksa Kejiwaan Penyerang Mapolsek Maro Sebo Jambi

Sepakat dengan Maqdir, anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Nasdem Taufiqulhadi juga menyatakan hal yang sama.

"Selama ini persepsi orang yang menyatakan ini peristiwa luar biasa, padahal biasa saja, masyarakat yang menganggap luar biasa. Ditambah lagi ada sejumlah kalangan masyarakat yang sakit hati dengan perilaku pejabat," paparnya.

‎Sebelumnya, advokat Ahmad Yani juga menyatakan korupsi bukan kejahatan luar biasa atau extraordinary.

Mantan anggota DPR ini menyebut, yang masuk kejahatan luar biasa adalah terorisme dan narkoba. Hal ini disampaikan Ahmad Yani saat menjadi ahli di sidang Pengadilan Tipikor untuk perkara Fredrich Yunadi. (*)

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help