Ramadan 2018

17 PKL dan 20 Bangunan Liar di Jalan Raya Bogor, Cisalak Diultimatum Satpol PP

Sebanyak 17 lapak PKL dan 20 bangunan liar di sepanjang Jalan Raya Bogor, Cisalak, Depok, diultimatum petugas Satpol PP Kota Depok.

17 PKL dan 20 Bangunan Liar di Jalan Raya Bogor, Cisalak Diultimatum Satpol PP
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Sebanyak 17 lapak pedagang kaki lima (PKL) dan 20 bangunan liar (bangli) di sepanjang Jalan Raya Bogor, Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, diultimatum petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok untuk membongkar sendiri bangunan mereka sampai Senin besok. 

SEBANYAK 17 lapak pedagang kaki lima (PKL) dan 20 bangunan liar (bangli) di sepanjang Jalan Raya Bogor, Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, diultimatum petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok.

Para pemiliknya diminta membongkar sendiri lapak dan bangunan mereka sampai Senin (4/6/2018) besok.

Jika tidak diindahkan, maka petugas Satpol PP Kota Depok akan membongkar paksa lapak dan bangunan mereka, Selasa (5/6/2018).

Kepala Satpol PP Kota Depok Yayan Arianto menuturkan bahwa surat perintah bongkar dalam waktu 3X24 Jam sudah dilayangkan pihaknya ke seluruh pemilik lapak PKL dan bangli yang ad di sana, pada Sabtu (2/6/2018).

Pemilik lapak PKL dan bangli yang diultimatum kata Yayan berada di sisi barat Jalan Raya Bogor mulai dari depan eks gedung Ramayana sampai persimpangan Jalan Juanda, Depok, di sejajar RS Sentra Medika.

Baca: Tim Jaguar dan Polsek Panmas Gerebek Kontrakan Jadi Gudang Miras di Depok

"Artinya ada waktu sampai Senin besok, bagi mereka untuk membongkar sendiri bangunannya. Jika tidak, maka Selasa kami lakukan bongkar paksa terhadap 17 lapak PKL dan 20 bangli di sana" kata Yayan, kepada Warta Kota, Minggu (3/6/2018).

Menuru Yayan, surat erintah pembongkaran dilayangkan karena para pemilik lapak PKL dan bangli membuat bangunan dan berjualan bukan di lahan mereka.

Selain itu kata Yayan, keberadaan mereka membuat kumuh dan merusak estetika kota.

Sehingga mereka dianggap melanggar Perda Depok tentang pembinaan dan pengawasan ketertiban umum (tibum).

Sebelumnya tambah Yayan, pemilik lapak PKL dan bangli di sana sudah diberikan surat peringatan sebanyak 3 kali.

"Tapi mereka masih membuka lapak di sana," katanya.

Kepala Bidang Ketenteraman Masyarakat, Ketertiban Umum, Pengamanan dan Pengawalan (Transmas Tibum dan Pamwal) Satpol PP Kota Depok, Kusumo, menjelaskan semua lapak PKL dan bangunan liar yang diultimatum pihaknya adalah bangunan semi permanen.

Semuanya kata dia, dijadikan sebagai tempat usaha dan beberapa sekaligus tempat tinggal.

"Senin besok, mereka yang belum membongkar lapak dan bangunannya akan kembali kami datangi. Mereka kami imbau untuk membongkar sendiri bangunan mereka. Jika tidak diindahkan juga, maka Selasa, akan kami lakukan pembongkaran paksa," kata Kusumo. (bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved