Tulus Abadi Ungkap Pengalaman Buruknya Pakai Taksi Bandara

"Atas kejadian itu, saya langsung melakukan komplain ke General Manager Terminal T1 Bandara Soekarno Hatta.

Tulus Abadi Ungkap Pengalaman Buruknya Pakai Taksi Bandara
tribunnews
Tulus Abadi YLKI 

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menyebut keberadaan angkutan taksi di Bandara Soekarno Hatta harus segera dibenahi. Sebab menurutnya dapat membahayakan keselamatan bagi para penumpang.

Hal tersebut disampaikannya dari pengalaman pribadi yang ia alamai. Ia pun mengungkapkan mengenai kengerian itu.

"Pada tanggal 29/05/2018 jam 22.00, saya dari Terminal 1C Bandara Soetta, menggunakan taksi Gamya. Sejak awal transaksi, selama di perjalanan, dan sampai akhir perjalanan, pelayanan taksi Gamya sangat mengecewakan bahkan mengancam keselamatan penumpangnya," ujar Tulus dalam keterangannya kepada Warta Kota, Sabtu (2/7/2018).

Menurutnya sopir taksi itu minta tarif borongan. Kemudian ngebut di jalanan lebih dari 100 km/jam, mengantuk, dan mematikan argo sebelum konsumen mengakhiri perjalanan.

"Atas kejadian itu, saya langsung melakukan komplain ke General Manager Terminal T1 Bandara Soekarno Hatta. Dan tentu saja pengaduan itu langsung ditindak lanjuti," ucapnya.

Tulus menerangkan pihak dari managemen Gamya pun telah memberikan sanksi paling keras pada driver yang bersangkutan. Dan sudah meminta maaf kepada dirinya.

"Namun penyelesaian semacam itu saja tidak cukup, diperlukan pembenahan komprehensif pertaksian di semua area terminal Bandara Soetta. Mengingat, pengaduan semacam itu sering dialami oleh konsumen yang lain," kata Tulus.

Terkait dengan hal ini, YLKI mendesak Kemenhub dan managemen Angkasa Pura II, untuk melakukan langkah - langkah strategis untuk menata ulang perizinan taksi di Bandara Soetta. Bagi perusahaan taksi yang tidak bisa memenuhi level of service agreement yang telah ditetapkan, maka perusahaan taksi yang bersangkutan harus ditendang dari Bandara Soetta.

"Kasus semacam itu masih marak terjadi, dan bukan hanya sisi kualitas pelayanan tapi juga berpotensi mengancam keselamatan konsumen, bahkan merusak citra Bandara Soetta," ungkapnya.

Tulus menegaskan managemen Angkasa Pura II seharusnya rutin melakukan survei indeks kepuasan pengguna pada semua taksi di Bandara Soetta. Survei semacam mutlak diperlukan guna mengetahui performa pelayanan yang updated langsung dari konsumennya.

"Terus terang, dari data pengaduan yang ada dan hasil survei YLKI, perusahaan taksi non BB lebih dominan dikeluhkan konsumen. Kalau memang taksi non BB tidak mampu memenuhi standar pelayanan yang ditetapkan, maka cabut saja izin operasinya di Bandara Soetta. Jangan pertaruhkan hak dan keselamatan konsumen plus citra Bandara Soetta, hanya karena pelayanan abal - abal dari perusahaan taksi," papar Tulus. (dik)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved