Ancaman Mogok Total Pilot Garuda Saat Mudik Lebaran Bentuk Pelanggaran Hak Konsumen

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia menolak rencana mogok SEKARGA dan APG, jika berdimensi mengganggu pelayanan pada konsumen.

Ancaman Mogok Total Pilot Garuda Saat Mudik Lebaran Bentuk Pelanggaran Hak Konsumen
Warta Kota/Rangga Baskoro
Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia (Sekarga) mengancam akan melakukan mogok. Rencana itu terungkap ketika Sekarga memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu (2/5/2018). 

RENCANA mogok Serikat Pekerja Garuda (SEKARGA) dan Asosiasi Pilot Garuda (APG) semakin santer terdengar.

Bahkan, mereka mengancam akan mogok saat puncak arus mudik Lebaran.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia menolak rencana mogok SEKARGA dan APG, jika berdimensi mengganggu pelayanan pada konsumen.

Sebagaimana dijamin dalam UU Perlindungan Konsumen, dan juga UU tentang Penerbangan bahwa konsumen berhak mendapatkan kenyamanan, keamanan dan keselamatan saat meggunakan jasa penerbangan.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Ketua YLKI, Tulus Abadi. Ia menjelaskan pihaknya bisa menghargai rencana mogok tersebut, jika tidak berimbas pada aspek pelayanan pada konsumen.

"Rencana mogok total SEKARGA dan APG, pada akhirnya adalah bentuk nyata pelanggaran hak - hak konsumen. Dan hal tersebut bisa menimbulkan sikap antipati konsumen kepada SEKARGA dan APG, bahkan kepada keseluruhan image GA sebagai perusahaan penerbangan," ujar Tulus kepada Warta Kota di Bandara Soetta, Tangerang, Sabtu (2/7/2018).

Menurutnya, dengan aksi mogok total tersebut, justru akan mengakibatkan GA makin kerdil. Dan ditinggalkan konsumennya.

"Oleh sebab itu kami meminta, bahwa agar SEKARGA dan APG untuk tidak mogok total kapan pun momennya, apalagi saat puncak arus mudik. Bernegosiasilah secara intensif dengan pihak managemen GA dan pemerintah secara elegan, tanpa mengorbankan hak - hak konsumen," ucapnya.

Ia juga menambahkan agar pihak managemen GA, secara sistemik memperbaiki pelayanan sehingga tidak terdengar lagi keluhan - keluhan konsumen atas services maskapai tersebut. Harus diakui, akhir - akhir bermunculan keluhan konsumen baik pada cabin services, atau aspek On Time Perfomance-nya.

"Pemerintah juga semestinya mendengarkan aspirasi SEKARGA dan APG dalam mengambil kebijakan untuk internal GA. Jangan bongkar pasang direksi, tanpa menyerap aspirasi stakeholder utama GA, baik stakeholder internal dan atau eksternal," kata Tulus.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved