Putra Pangeran William Akan Dibunuh, Ini Pengakuan Pendukung ISIS

Rashid dilaporkan terlibat kontak dengan operasi ISIS di Suriah berkode "Repunzel" dan berkeinginan bergabung dengan mereka di sana.

Putra Pangeran William Akan Dibunuh, Ini Pengakuan Pendukung ISIS
Daily Mail via Kompas.com
PESAN bernada ancaman yang diduga dikirimkan simpatisan ISIS yang ditemukan dalam aplikasi pesan singkat Telegram. 

SEORANG pendukung Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) mengaku merencanakan plot untuk menyerang putra Pangeran William dan Kate Middleton.

Dilaporkan Sky News Kamis (31/5/2018), Husnain Rashid selama ini bersikukuh tidak bersalah atas dakwaan mempersiapkan aksi terorisme.

Namun, dalam sidang di Pengadilan Woolwich, pria 32 tahun itu mengakui seluruh perbuatannya. Termasuk rencana menyerang Pangeran George.

Menggunakan aplikasi Telegram, dia menyerukan simpatisan ISIS lainnya untuk menyerang putra sulung Pangeran William yang berusia empat tahun tersebut.

SKETSA Husnain Rashid, simpatisan ISIS yang mengaku merencanakan serangan ke putra Pangeran William dan Kate Middleton.
SKETSA Husnain Rashid, simpatisan ISIS yang mengaku merencanakan serangan ke putra Pangeran William dan Kate Middleton. (Sky News)

Saat itu, Rashid memuat foto Pangeran George dan gedung sekolah Thomas's Battersea, Inggris, tempatnya belajar.

Selain itu, Juga terdapat foto prajurit ISIS dengan tulisan Arab, diduga potongan lirik lagu, yang jika diartikan berbunyi 'Saat perang datang dalam melodi peluru, kami dihinggapi ketidakpercayaan, menuntut pembalasan.'

Pesan di bawah foto tersebut tertulis 'Bahkan keluarga kerajaan tidak akan ditinggalkan sendirian' bersama tulisan 'Sekolah mulai lebih awal.'

Dalam keterangan jaksa penuntut, pria asal Lancashire itu menyerukan kepada anggota ISIS untuk melakukan serangan ke stadion sepak bola. Bahkan, desainer web lepas itu memberikan tips bagaimana cara untuk melakukan serangan lone-wolf di majalah daring yang dia buat sendiri.

Rashid dilaporkan terlibat kontak dengan operasi ISIS di Suriah berkode "Repunzel" dan berkeinginan bergabung dengan mereka di sana.

Selepas pembacaan pengakuan tersebut, Hakim Andrew Lees berkata kepada Rashid bahwa dia bakal mempertimbangkan hukumannya dengan sangat hati-hati.

Lees berkata Rashid bisa menerima hukuman penjara dengan durasi yang sangat lama. Bahkan, ada kemungkinan penjara seumur hidup.

"Sebab, selama beberapa pekan terakhir, saya telah mendengarkan dakwaan yang bagi saya sangat menyakitkan ini," beber Lees dikutip BBC.

Pria yang ditangkap pada November 2017 tersebut bakal mendengar vonisnya pada 28 Juni mendatang di Pengadilan Woolwich. (Ardi Priyatno Utomo)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pendukung ISIS Ini Akui Rencanakan Serang Putra Pangeran William"

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved