Pemuda Pancasila Anggap Gaji Pembina BPIP Megawati Wajar

KETUA MPW Pemuda Pancasila DKI Jakarta meminta polemik soal gaji Badan Ideologi Pembinaan Pancasila (BPIP) tidak diperpanjang.

Pemuda Pancasila Anggap Gaji Pembina BPIP Megawati Wajar
WARTA KOTA/FERYANTO HADI
Ketua MPW Pemuda Pancasila DKI Jakarta, Thariq Mahmud meminta polemik soal gaji Badan Ideologi Pembinaan Pancasila (BPIP) tidak diperpanjang. 

KETUA MPW Pemuda Pancasila DKI Jakarta, Thariq Mahmud meminta polemik soal gaji Badan Ideologi Pembinaan Pancasila (BPIP) tidak diperpanjang.

Ia pun menggangap besaran gaji yang diberikan masih dalam kategori wajar, mengingat pentingnya pembinaan pancasila bagi warga negara Indonesia.

"Saya kira wajar dan sah-sah saja karena tugas yang mereka emban tidak mudah," kata Thariq ditemui dalam peringatan Hari Lahir Pancasila MPW Pemuda Pancasila di Grha Pejaten, Jakarta Selatan, Jumat (1/6).

Thariq menyebut, saat ini esensi dari pancasila itu sendiri justru makin melenceng dalam aplikasinya baik di masyarakat sendiri maupun dalam kenegaraan.

"Nilai-nilai pancasila juga semakin menjauh ke akar rumput. Ini menjadi tugas kita bersama untuk mengembalikan marwah pancasila sampai ke tingkat masyarakat paling dasar," imbuhnya

Ia juga mengungkapkan, dalam praktik politik dan kenegaraan saat ini, sistem politik Indonesia hanya mempergunakan pancasila sebagai tameng dalam sistem politik, tapi justru hakikat dari pancasila khususnya sila ke-4 yang berbunyi 'Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan', justru sudah kehilangan substansinya bahkan musyawarah mufakat sudah digantikan dengan votting.

Maka dari itu, Thariq menyebut pihaknya akan terus berusaha mengembalikan UUD 1945 ke aslinya.

"Kami juga sadari, pancasila sebagai pondasi negara dan pandangan hidup negara sudah di pastikan harus ikut dalam dialektika peradaban dunia. Namun harus tetap tangguh dan berdiri kokoh sebagai dasar filosofis bangsa Indonesia yang akan terus berkembang dan tak pernah berhenti pada tiap detik dan waktunya," ujarnya.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help