Sinema

Film 'Aruna dan Lidahnya', Perjalanan Kuliner dan Persahabatan

“Aruna dan Lidahnya”, film kedua dari Palari Films yang sudah melahirkan “Posesif”, akan ditayangkan pada September mendatang.

Film 'Aruna dan Lidahnya', Perjalanan Kuliner dan Persahabatan
Konferensi pers "Aruna dan Lidahnya" di Jakarta, Kamis (31/5/2018) (ANTARA News/ Nanien Yuniar) 

ARUNA dan Lidahnya”, film kedua dari Palari Films yang sudah melahirkan “Posesif”, akan ditayangkan pada September mendatang. 

Diangkat dari novel karya Laksmi Pamuntjak, film yang disutradarai Edwin dan naskahnya ditulis Titien Wattimena itu mengisahkan persahabatan dan kuliner berbalut intrik dan konspirasi.

Dian Sastrowardoyo, Oka Antara, Hannah Al Rashid dan Nicholas Saputra masing-masing menghidupkan  karanter Aruna, Farish, Nad dan Bono.

Keempatnya disatukan dalam perjalanan kuliner yang sekaligus mengubah pribadi mereka jadi lebih dewasa.

Aruna adalah ahli wabah yang gemar makan, dia ditugasi menyelidiki kasus flu burung di beberapa tempat di Indonesia.

Aruna pergi bersama Bono, koki profesional yang inin menemukan resep kuliner otentik Tanah Air, juga Nad si kritikus kuliner yang ingin menulis buku.

Di tengah jalan, muncul mantan teman kantor Aruna bernama Farish. 

Keempatnya mengunjungi Surabaya, Pamekasan, Pontianak dan Singkawang untuk menyelidiki kasus flu burung sekaligus berwisata kuliner. Perjalanan mereka dibumbui oleh persahabatan  dan problematika orang-orang berusia 30-an.

Edwin, sutradara di balik “Posesif”, mengatakan novel “Aruna dan Lidahnya” mengingatkan dia pada keseruan mendengarkan orang bercengkrama di hadapan makanan.

Berbincang sambil menyantap hidangan dapat melahirkan momen seru yang menurutnya menarik untuk diolah ke dalam layar lebar.

Diangkat dari novel

Produser Meiske Taurisia menjelaskan cerita yang diangkat ke layar lebar adalah adaptasi lepas dari novel “Aruna dan Lidahnya” sehingga kisahnya tidak sama persis dengan versi buku.

“Ada konflik yang tidak ada di buku tapi dijahit jadi sesuatu yang baru di film, tetapi esensi bukunya tetap sama,” jelas Meiske dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Bagi Dian, proses pengambilan gambar “Aruna dan Lidahnya” terasa menyenangkan sampai dia menyebutnya “kerja rasa liburan”.

Dia berharap film ini bisa menggugah penonton untuk bisa lebih mengapresiasi kekayaan kuliner Indonesia.

Kali ini Dian pertama kali beradu akting dengan Oka Antara, sementara ini adalah kali keduanya bekerjasama dengan Hannah.

Untuk kesekian kalinya, Dian kembali bertemu pasangannya di film ikonik “Ada Apa Dengan Cinta”, Nicholas Saputra. 

“Kalau sama Nicho, judulnya lu lagi, lu lagi,” gurau Dian yang bekerjasama dengan Nicholas dalam film “Ada Apa Dengan Cinta” dan sekuelnya, “Drupadi” serta “3 Doa 3 Cinta”.

Palari Films sebelumnya memproduksi “Posesif”, karya perdana yang langsung membawa pulang tiga Piala Citra 2017. (Antara)

Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help