Kecantikan

Pemutih Kulit Beri Hasil Instan Diduga Mengandung Zat Berbahaya Merkuri

Bahan-bahan berbahaya seperti merkuri, hidroquinon, biasanya ada dalam produk pemutih kulit ilegal.

Pemutih Kulit Beri Hasil Instan Diduga Mengandung Zat Berbahaya Merkuri
Warta Kota/Andika Panduwinata
ILUSTRASI - Beberapa kosmetik Ilegal dalam kemasan botol, plastik, serta kardus yang disita Badan Pengawas Obat dan Makanan. 

Kulit putih masih menjadi dambaan banyak wanita Indonesia agar disebut cantik.

Hal itu yang menyebabkan  produk pemutih kulit selalu laris di pasaran Tanah Air.

Pada dasarnya, kulit yang sudah sawo matang tidak bisa diubah menjadi putih. Namun, beberapa produk mengklaim bisa mencerahkan, bahkan memutihkan kulit.

Menurut dr Eyleny Meisyah Fitri SpKK, masyarakat perlu mewaspadai produk kosmetik ilegal atau tidak memiliki izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Alasannya, produk itu  bisa saja menggunakan bahan yang tidak memenuhi standar keamanan.

"Bahan-bahan berbahaya seperti merkuri, hidroquinon, biasanya ada dalam produk pemutih kulit ilegal," kata Eyleny dalam acara temu media bertajuk "Kosmetika Ilegal dan Bahayanya" yang diadakan oleh Klinik Zap di Jakarta (28/5/2018).

Baca: Pabrik Kosmetik Ilegal di Pekojan Digerebek, Ini Temuan BPOM RI dan Bareskrim Polri

Zat hidrokuinon bekerja dengan cara mengurangi sintesis melanin dan menghambat kerja enzim tironase.

"Jika digunakan tanpa supervisi dokter, hidrokuinon bisa menyebabkan okronosis eksogen sehingga wajah menjadi kehitaman, bahkan kanker kulit," ujar dokter dari Klinik Zap Menteng Jakarta ini.

Sementara itu, pemakaian merkuri memang bisa membuat kulit terlihat putih dengan instan, tetapi jika dihentikan kulit justru jadi hitam.

"Kombinasi hidrokuinon dengan merkuri biasanya ada di pemutih kulit. Dalam jangka panjang efeknya bisa sistemik atau mengenai organ-organ tubuh lain," ujarnya.

Baca: BBPOM DKI Jakarta Gerebek Pabrik Kosmetik Ilegal di Pademangan

Deputi II Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Maya Agustina Andarini, menambahkan, kosmetik ilegal banyak disukai karena memberi hasil instan dan harganya murah.

Menurutnya, sulit untuk mengetahui apakah satu produk mengandung bahan berbahaya atau tidak. Oleh karena itu, konsumen wajib mengecek apakah ada nomer registrasi dari BPOM.

"Masyarakat bisa mengecek keamanan kosmetik atau produk dengan mengeceknya langsung ke situs BPOM," kata Maya.

Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved