Koran Warta Kota

Korban: Harusnya Hukuman Mati

Sejumlah korban calon jemaah umrah yang gagal diberangkatkan First Travel hadir dalam sidang pembacaan vonis di PN Depok, Rabu (30/5/2018).

Korban: Harusnya Hukuman Mati
Warta Kota

SEJUMLAH korban yang merupakan calon jemaah umrah yang gagal diberangkatkan First Travel hadir dalam sidang pembacaan vonis di Pengadilan Negeri Depok, Rabu (30/5/2018).

Mereka ikut mendengarkan ketika hakim membacakan hukuman yang dijatuhkan untuk Direktur Utama First Travel Andika Surachman dan istrinya Anniesa Hasibuan selaku Direktur First Travel, serta Kiki Hasibuan.

"Menyatakan terdakwa satu Andika Surachman bersalah dengan hukuman 20 tahun penjara serta denda Rp 10 miliar subsider 8 bulan penjara. Serta memutuskan terdakwa dua Anniesa Hasibuan secara sah bersalah dan menjatuhkan hukuman 18 tahun penjara serta denda Rp 10 miliar, subsider 8 bulan penjara," kata Ketua Majelis Hakim Sobandi dalam pembacaan putusannya.

Sedangkan Direktur Keuangan sekaligus Komisaris First Travel Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki Hasibuan divonis 15 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar.

Usai hakim menjatuhkan vonisnya, sejumlah korban mengaku tidak terima dengan hukuman tersebut.

Mereka menganggap hukuman penjara yang dijatuhkan hakim itu tidaklah cukup.

"Harusnya hukuman mati. (Hukuman penjara) di atas 20 tahun, harusnya hukuman mati," kata seorang korban yang enggan disebutkan namanya.

Tiara, seorang korban, menyatakan tidak puas dengan hukuman yang dijatuhkan kepada para bos First Travel tersebut.

Sebab, bisa saja mereka mengajukan banding dan memperoleh pengurangan masa hukuman.

Tiara mengaku dirinya masih menunggu hasil pengajuan banding ketiga bos First Travel. Namun demikian, ia tidak ingin mereka dihukum lebih ringan.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help