Kisah Pesawat TNI Kehabisan BBM Mendarat di Sawah Cuma Gara-gara Soeharto Mau Terbang

Peristiwa yang berlangsung sekitar tahun 1968 itu terjadi ketika pesawat bermuatan penuh logistik itu

Sejak tahun 1956 atau bertepatan dengan berdirinya Penerbangan Angkatan Laut (Penerbal) kiprah para pilot tempur Penerbal telah mewarnai heroisme sejumlah pertempuran di tanah air.

Sepak terjang para pilot tempur Penerbal dalam berbagai misi tempur seperti Operasi Trikora, Operasi Dwikora, Opreasi Seroja, dan lainnya juga makin profesional kendati mereka harus kehilangan nyawa.

Pesawat-pesawat yang dioperasikan oleh para pilot Penerbal dalam beragam misi tempur antara lain Gannet, Casa 212, Heli Alloute II, Nomad N22/N 24. Heli Bolcow BO 105, Heli M-4, Dakota DC-3,Il-28 dan lainnya.

Selama melaksanakan misi penerbangan baik dalam latihan maupun pertempuran dari 12 IL 28 yang tergabung dalam Skadron 500, lima di antaranya mengalami kecelakaan (accident).

Satu pesawat mendarat darurat di Pantai Banyuwangi, Jawa Timur. Tiga awak IL28, Letnan Muda (LMU) Wulang Sutekowardi dan seorang navigator, Suyono berhasil mendarat selamat tapi pesawatnya rusak total.

Satu pesawat IL28 lainnya hilang dan tidak kembali ke pangkalan pada waktu latihan terbang navigasi di atas pulau Masalembo, Madura.

Ironisnya penerbang yang hilang di Masalembo adalah LMU Wulang yang pernah mendarat selamat di pantai.

Dua awak Il 28 yang hilang bersama LMU Wulang adalah navigator Gatot Mulyohadi dan operator senapan mesin di pesawat, Kopral Sudjati.

Kecelakaan berikutnya ketiga, keempat, dan kelima adalah kecelakaan saat mendarat .

Dua kali terjadi di Pangkalan Udara Kemayoran, Jakarta dan satu lagi terjadi di Pangkalan Udara Makassar, Sulawesi Selatan. Beruntung dalam tiga kecelakaan terakhir tidak terjadi korban jiwa.

Halaman
12
Editor: ahmad sabran
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved