Fadli Zon Apresiasi Jasa Dawam Rahardjo Dalam Perjuangkan Ekonomi Konstitusi

Dawam bukan hanya pemikir besar dalam bidang ekonomi, tapi juga pemikiran sosial, keagamaan, dan gerakan kemasyarakatan.

Fadli Zon Apresiasi Jasa Dawam Rahardjo Dalam Perjuangkan Ekonomi Konstitusi
ISTIMEWA
Dawam Rahardjo 

BERPULANGNYA ekonom senior Prof Dr M Dawam Rahardjo membawa kesedihan bagi Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon.

Menurutnya, Indonesia telah kehilangan salah satu putera terbaiknya.

Dawam bukan hanya pemikir besar dalam bidang ekonomi, tapi juga pemikiran sosial, keagamaan, dan gerakan kemasyarakatan.

“Saya sangat merasa kehilangan. Mas Dawam adalah pemikir ekonomi kerakyatan," katanya.

Bersama almarhum Mubyarto dan Prof Sri Edi Swasono, menurut Fadli Zon, mereka merupakan intelektual pejuang yang telah mempertahankan eksistensi Pasal 33 UUD 1945 dari serangan para ekonom Neoliberal pada proses amandemen konstitusi dulu.”

“Para ekonom neolib yang permisif terhadap kepentingan asing ingin menggusur pasal keramat tersebut. Namun, Mas Dawam dan beberapa ekonom nasionalis dengan gigih berusaha mempertahankannya," katanya.

Meski kemudian, kata Fadli Zon, Mas Dawam dan Prof Mubyarto mundur dari Tim Ahli Panitia Ad Hoc amandemen Pasal 33.

Pandangan keduanya berhasil meyakinkan publik mengenai bahaya amandemen pasal penting tersebut.

"Terbukti, sesudah Reformasi telah puluhan undang-undang yang akhirnya dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi karena dianggap bertentangan dengan Pasal 33," katanya. 

Mulai dari UU Ketenagalistrikan, UU Sumber Daya Air, UU Migas, hingga UU Koperasi.

"Bisa kita bayangkan, bagaimana rusaknya negara kita hari ini jika Pasal 33 dulu berhasil digusur?" katanya. 

Karena jasa Mas Dawam dan kawan-kawan,  kata Fadli Zon, kita masih bisa agak membendung arus liberalisasi.

“Dengan berpulangnya Mas Dawam, kita kehilangan satu lagi pemikir ekonomi kerakyatan," katanya.

Padahal,  kata Fadli Zon, kita membutuhkan lebih banyak ekonom kerakyatan untuk membenahi arah perekonomian nasional.

"Pembangunan kita saat ini kan sudah salah arah. Kebijakan ekonomi kita tidak lagi tunduk kepada konstitusi, melainkan tunduk kepada teori-teori liberal," katanya. 

Keterpurukan ekonomi yang kita alami, saat ini, kata Fadli Zon, sebenarnya berawal dari pengkhianatan terhadap konstitusi.

Itu sebabnya, jika kita ingin bangkit dari keterpurukan, maka kita harus menengok pemikiran-pemikiran sebagaimana yang diperjuangkan oleh Mas Dawam,” katanya. 

Selamat jalan Mas Dawam...

Penulis: Gede Moenanto Soekowati
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved