VIDEO: Beda dengan Kasat Reskrim, Kapolres Bekasi Bilang Korban Begal Belum Jadi Tersangka

pada Senin (28/5/2018) lalu, Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Jairus Saragih sempat mengatakan, MIB ditetapkan sebagai tersangka

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto menegaskan korban begal yang bacok pembegal masih berstatus saksi sampai rampungnya hasil keterangan ahli pidana.

Hal itu disampaikan dalam konferensi pers yang berlangsung di Mapolres Metro Bekasi Kota, Jalan Pramuka, Bekasi Selatan, pada Rabu (30/5/2018).

"Saya ingin klarifikasi soal kasus di Jembatan Summarecon seminggu yang lalu, sampai saat ini kasus pencurian dengan kekerasan sudah memenuhi dua alat bukti, tersangkanya yaitu saudara IY, dan sudah kita lakukan penahanan tapi kita bantarkan karena masih dalam perawatan di RS Polri Kramat Jati," ujar Indarto.

Lanjut Indarto, sedangkan kasus aniaya mengakibatkan yang menyebabkan meninggal dunia, yang dugaan dilakukan oleh saudara MIB, itu statusnya masih saksi.

"karena memeriksa dengan mendatangkan ahli, yang sekarang sedang berlangsung untuk mendengarkan keterangannya apakah tindakan yang dilakukan MIB itu masuk dalam kategori bela paksa atau tidak. Kalau itu masuk dalam kategori bela paksa maka MIB tidak dapat dipidanakan, sesuai Pasal 49 ayat 2. Saya tegakan kembali, hingg saat ini status MIB masih saksi, MIB pun ada dirumah tidak ditahan,"paparnya.

Kapolres kembali menegaskan, pihaknya baru menetapkan satu orang tersangka yakni Indra Yulianto alias (IY) dalam kasus perampokan atau begal.

"Sedangkan kasus yang aniaya hingga menyebabkan meninggal dunia yang dugaan dilakukan oleh sodara MIB itu statusnya masih saksi karena kami harus memeriksa bersama ahli yang sekarang sedang berlangsung," kata Indarto 

Dalan perspektif hukum, ada namanya disebut Noodweer atau pembelaan darurat atau pembelaan terpaksa. Diatur dalam Undang-undang KUHP pasal 49 ayat 1 dan 2. 

Ayat satu (1) berbunyi barang siapa melakukan perbuatan pembelaan terpaksa untuk diri sendiri maupun untuk orang lain, kehormatan kesusilaan atau harta Benda sendiri maupun orang lain, karena ada serangan atau ancaman serangan yang sangat dekat pada saat itu yang melawan hukum.

Kemudian ayat dua (2) berbunyi Pembelaan terpaksa yang melampaui batas, yang langsung disebabkan oleh keguncangan jiwa yang hebat karena serangan atau ancaman serangan itu, tidak dipidana.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved