Paman Korban Begal: Ngga Masuk Akal Ponakan Saya Jadi Tersangka

"Saya yakin pasti polisi itu kan cerdas dan pinter, salah atau tidak apa yang dilakukan keponakan saya itu..."

Paman Korban Begal: Ngga Masuk Akal Ponakan Saya Jadi Tersangka
Istimewa
AHMAD Fauzi, paman korban begal, Mohamad Irfan Bahri, saat ditemui di rumahnya di kawasan Bekasi Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa (29/5/2018). 

AHMAD Fauzi (41), paman dari Mohamad Irfan Bahri (19) korban begal yang menyerang balik pembegalnya hingga tewas mengaku prihatin atas yang menimpa keponakannya.

Dirinya yakin pihak kepolisian dapat mengambil keputusan yang tepat terhadap kasus yang menimpa keponakannya.

"Saya kaget dan prihatin juga, kok keponakan saya jadi tersangka. Ya saya hanya bisa pasrah saja, saya orang awam sama hukum saya serahkan saja sama polisi," tuturnya.

"Tapi saya yakin pasti polisi itu kan cerdas dan pinter, salah atau tidak apa yang dilakukan keponakan saya itu," imbuh Ahmad Fauzi saat ditemui di rumahnya di Jalan Agus Salim RT 04 RW 07 Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (29/5/2018).

Ahmad Fauzi menegaskan, berdasarkan cerita dan melihat luka yang dialami keponakannya, tindakan yang dilakukannya itu semata-mata hanya untuk membela diri.

"Saya tidak paham dan tidak pikirkan itu. Ditetapkan tersangka atau tidak, yang pasti kalau keponakan saya ngga melawan pasti dia yang mati. Kalau dengar dari cerita, lihat dari lukanya dan lihat celuritnya, itu celuritnya gede begitu,"ucapnya.

Jika benar keponakannya ditetapkan sebagai tersangka, Ahmad Fauzi menilai itu tidak masuk akal.

"Kalau memang keponakan saya jadi tersangka, sepertinya itu tidak masuk akal, soalnya dalam hal keponakan saya kan membela diri, kalau tidak malah dia yang mati. Saya berharap agar dibebaskan dan itu menurut saya yang terbaik,"ujarnya.

Sementara itu, Mohamad Irfan Bahri menyerahkan sepenuhnya kasus peristiwa begal berujung kematian pelaku begal kepada pihak kepolisian.

Lindungi Diri

Halaman
12
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help