Mendagri Minta Ormas Tak Jadikan Bantuan THR Sebagai Gerakan Terpola

"Itu kan bukan sebuah keharusan, itu sifatnya sukarela,” tutur Tjahjo di Jakarta, Selasa (29/5/2018).

Mendagri Minta Ormas Tak Jadikan Bantuan THR Sebagai Gerakan Terpola
Kompas.com
Tjahjo Kumolo 

BEBERAPA waktu lalu sebuah organisasi masyarakat (ormas) mengaku meminta tunjangan hari raya (THR) ke perusahaan swasta di kawasan Jakarta Timur.

Mendengar hal tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengimbau agar meminta THR jangan dipolakan menjadi gerakan oleh ormas.

“Kalau ada pemda, perusahaan, atau perorangan mengalokasikan dana untuk memberikan bantuan jelang hari raya, itu sah saja, tapi tolong jangan dipolakan menjadi gerakan. Itu kan bukan sebuah keharusan, itu sifatnya sukarela,” tutur Tjahjo di Jakarta, Selasa (29/5/2018).

Baca: Pemberitaan Rentan Dijadikan Sarana Komunikasi Teroris

Menurut Tjahjo, perbuatan itu rasa-rasanya tak elok dilakukan oleh sebuah ormas. Karena, menurutnya perusahaan atau pemda serta perseorangan memiliki kebebasan untuk memberikan bantuan kepada siapa pun.

“Apalagi mungkin ada organisasi yang lebih membutuhkan untuk menerima bantuan seperi yayasan yatim piatu dan sebagainya. Harusnya tak perlu meminta,” ucapnya.

Sebelumnya, beredar surat edaran yang dikeluarkan ormas Forum Betawi Rempug (FBR) G.021 Kelapa Gading, Jakarta Utara bernomor 023/FBR/G.021/V/2018, yang berisi hal permintaan THR.

Ketua Umum FBR Lutfi Hakim mengaku pihaknya melakukan hal tersebut sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan dana melakukan gerakan sosial selama Bulan Ramadan 2018. (Rizal Bomantama)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help