Home »

News

» Jakarta

Marak Balap Liar Jalan Kalibata Raya karena Lurah Menilai Sanksi Kurang Tegas

Marak Trek-trekan di Jalan Kalibata Raya, Lurah Bilang Sanksi Kurang Tegas

Marak Balap Liar Jalan Kalibata Raya karena Lurah Menilai Sanksi Kurang Tegas
TMC Polda Metro Jaya
Ilustrasi penindakan balap liar masih belum membuat para pelaku kapok. 

KAWASAN Jalan Kalibata Raya, Pancoran, Jakarta Selatan menjadi lokasi favorit remaja untuk kebut-kebutan.

Apalagi, tiap pagi usai subuh di akhir pekan atau hari libur selama Ramadan ini.

Penjagaan sudah dilakukan pihak kepolisian bersama tiga pilar.

Namun, upaya itu tak sepenuhnya efektif. Sebab, pebalap liar masih kucing-kucingan dengan petugas.

"Terkait maraknya remaja trek-trekan di Jalan duren Tiga Timur kami sudah antisipasi dan rapatkan di tingkat Kecamatan Pancoran sebelum memasuki bulan ramadan yaitu H-3 dengan melibatkan berbagai unsur baik LMK, FKDM Kelurahan Duren Tiga maupun FKDM se Kecamatan Pancoran serta tiga pilar antara lain polsek,koramil dan para lurah," papar Lurah Duren Tiga, Bambang Suhada kepada Warta Kota, Rabu (30/5/2018).

Antisipasi dilakukan melalui monitoring di lokasi rawan yang sudah dipetakan antara lain jalan Duren Tiga Timur, yang merupakan perbatasan antara wilayah Kelurahan Rawa Jati dan Kelurahan Duren Tiga.

"Namun penindakannya belum maksimal antara lain sangsi tilang sampai sepeda motor ditahan.Hal ini dibutuhkan penambahan personil kepolisian mengingat sangsi ini kewenangannya di kepolisian.
Dari unsur lainnya hanya sebatas penghalauan saja," imbuhnya.

Bambang meminta pihak kepolisian untuk lebih proaktif dan tidak segan-segan menindak pebalap liar untuk memberikan efek jera.

"Artinya polisi harus lebih giat di lokasi. Sebab yang sangat berperan itu polisi, karena pengendara itu takut ditilang bahkan sampai penahanan kendaraannya," katanya.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help