Aksi Terorisme

Kecam Pelaku Bom Bunuh Diri di Surabaya Dinilai Cuma Trik Aman Abdurrahman Meringankan Hukuman

Daniel mengatakan, perbuatan Aman Abdurrahman membangkitkan gerakan teror di Indonesia.

Kecam Pelaku Bom Bunuh Diri di Surabaya Dinilai Cuma Trik Aman Abdurrahman Meringankan Hukuman
TRIBUNNEWS/FAHDI FAHLEVI
Daniel Rudy Haryanto, sineas pencipta film Prison and Paradise. 

KECAMAN terdakwa kasus perkara bom Thamrin Aman Abdurrahman terhadap pelaku teror bom bunuh diri di Surabaya, dinilai hanya intrik belaka.

Hal tersebut diungkapkan oleh Daniel Rudy Haryanto, sineas pencipta film 'Prison and Paradise' yang memotret keluarga mantan teroris.

Menurutnya, meski mengutuk teror bom di Surabaya, Aman Abdurrahman faktanya telah mendoktrin banyak orang untuk melakukan teror. Menurut Daniel, kecaman tersebut dilakukan oleh Aman untuk meringankan hukumannya.

Baca: Aman Abdurrahman: Pelaku Bom Bunuh Diri di Surabaya Sakit Jiwa dan Putus Asa

"Aman Abdurrahman boleh mengatakan itu, tapi dia telah melakukan perekrutan pengantin (teroris), kenapa dia harus mengatakan itu? Apakah di persidangan dia ingin memperkecil hukumannya atau itu cuci dosa dia? Kita harus lihat itu toh," tutur Daniel di Kantor DPN Al Misbat, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (29/5/2018).

Daniel mengatakan, perbuatan Aman Abdurrahman membangkitkan gerakan teror di Indonesia.

"Aman Abdurrahman mendistribusikan pemahaman kekerasan melalui legitimasi agamanya. Dia mengkafirkan ulama kita yang telah mendistribusikan kontribusi besar untuk negara," ucapnya.

Baca: Aman Abdurrahman: Saya Insyaallah akan Keluar Penjara Berupa Mayat Sebagai Syahid

Daniel kembali menegaskan bahwa dirinya tidak mempercayai pernyataan Aman Abdurrahman yang disampaikan pada pleidoinya tersebut.

"Saya tidak pernah percaya dengan terorisme, kecuali dia merealisasikan tindakannya memberikan kontribusi untuk tepublik ini," tegas Daniel.

Sebelumnya, Aman Abdurrahman dalam pleidoinya mengutuk aksi teror yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Baca: Siap Divonis Mati, Aman Abdurrahman: Tidak Sedikitpun Saya Gentar dengan Hukuman Zalim Kalian

Menurut pendiri Jamaah Ansharut Daulah itu, tindakan bom bunuh diri yang melibatkan anak-anak tersebut sama sekali tidak sesuai ajaran Islam. Dirinya menilai para pelaku merupakan orang yang sakit jiwa.

“Itu tindakan yang enggak mungkin muncul dari orang yang mengerti ajaran Islam. Ayah mengorbankan anak-anaknya, ibu bersama anaknya melakukan bunuh diri adalah orang-orang sakit jiwanya dan putus asa,” papar Aman dalam sidang pleidoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (25/5/2018). (Fahdi Fahlevi)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help