Kapolres Bekasi Kota Menyatakan Korban Begal Statusnya Masih Saksi

Korban begal yang bacok pembegal masih berstatus saksi sampai rampungnya hasil keterangan ahli pidana.

Kapolres Bekasi Kota Menyatakan Korban Begal Statusnya Masih Saksi
WARTA KOTA/FITRIYANDI AL FAJRI
Kapolrestro Bekasi Kota Komisaris Besar Indarto 

WARTA KOTA, BEKASI---Kapolres Metro Bekasi Kota Komisaris Besar Indarto menegaskan begal'>korban begal yang bacok pembegal masih berstatus saksi sampai rampungnya hasil keterangan ahli pidana.

Hal itu disampaikan dalam konferensi pers di Mapolres Metro Bekasi Kota, Jalan Pramuka, Bekasi Selatan, Rabu (30/5/2018).

Baca: Paman Korban Begal: Ngga Masuk Akal Ponakan Saya Jadi Tersangka

"Saya ingin klarifikasi soal kasus di Jembatan Summarecon seminggu yang lalu. Sampai saat ini kasus pencurian dengan kekerasan sudah memenuhi dua alat bukti, tersangkanya, yaitu saudara IY, dan sudah kami lakukan penahanan tapi kami bantarkan karena masih dalam perawatan di RS Polri Kramatjati," kata Indarto.

Indarto mengatakan, sedangkan kasus penganiayaan mengakibatkan meninggal dunia, yang dugaan dilakukan oleh saudara MIB, statusnya masih saksi.

"Karena memeriksa dengan mendatangkan ahli. Sekarang sedang berlangsung untuk mendengarkan keterangannya apakah tindakan yang dilakukan MIB itu masuk dalam kategori bela paksa atau tidak. Kalau itu masuk dalam kategori bela paksa maka MIB tidak dapat dipidanakan, sesuai Pasal 49 ayat 2. Saya tegaskan kembali, hingga saat ini status MIB masih saksi, MIB ada di rumah tidak ditahan," katanya.

Baca: Korban Begal yang Bacok Pelaku Hanya Membela Diri Tidak Berniat Membunuh

Dalan perspektif hukum ada namanya disebut noodweer atau pembelaan darurat atau pembelaan terpaksa yang diatur dalam Undang-undang KUHP pasal 49 ayat 1 dan 2.

Ayat satu (1) berbunyi barang siapa melakukan perbuatan pembelaan terpaksa untuk diri sendiri maupun untuk orang lain, kehormatan kesusilaan atau harta benda sendiri maupun orang lain, karena ada serangan atau ancaman serangan yang sangat dekat pada saat itu yang melawan hukum.

Kemudian ayat dua (2) berbunyi pembelaan terpaksa yang melampaui batas, yang langsung disebabkan oleh keguncangan jiwa yang hebat karena serangan atau ancaman serangan itu, tidak dipidana.

"Jadi saya ingin tekankan saat ini saudara MIB statusnya saksi," kata Indarto.

Baca: Korban Begal yang Bacok Pelaku Hanya Membela Diri Tidak Berniat Membunuh

Klarifikasi itu diberikan setelah sebelumnya pada Senin (28/5/2018) Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Ajun Komisaris Besar Jairus Saragih sempat mengatakan MIB ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan penganiayaan yang menyebabkan orang meninggal dunia.

"Yang bela diri satu tersangka memang. Kami minta ahli bagaimana pendapat ahli nanti. Apakah masuk dalam keadaan ahli bela diri atau seperti apa," kata Jairus kepada wartawan.

Sejumlah awak media menegaskan kembali dengan bertanya kepada Jairus Saragih,"MIB itu statusnya masih saksi ya dan?'

"Enggak (saksi). Status kami sudah tetapkan sebagai tersangka, tetapi tetap akan meminta pendapat ahli pidana," katanya.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help