Jemaah Korban Gigit Jari, Aset Bos First Travel Diserahkan ke Negara

maka adil dan patut apabila barang bukti poin 1-529 dirampas untuk negara

Jemaah Korban Gigit Jari, Aset Bos First Travel Diserahkan ke Negara
Warta Kota/Alex Suban
Rumah mewah Direktur Utama PT First Travel Andika Surachman dan istrinya yakni Anniesa Desvitasari di perumahan Sentul City, Bogor. 

Ribuan korban penipuan umrah First Travel agaknya harus gigit jari. Pasalnya Majelis hakim memutuskan seluruh aset PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel yang dijadikan barang bukti dirampas untuk negara, bukan dikembalikan ke korban.

Hal itu diputuskan dalam sidang vonis tiga terdakwa di Pengadilan Negeri Depok, Rabu (30/5/2018). Ketiganya adalah Direktur Utama First Travel Andika Surachman, Direktur Anniesa Hasibuan, serta Direktur Keuangan sekaligus Komisaris First Travel Siti Nuraida Hasibuan alias Kiki.

Majelis hakim tidak sependapat dengan tuntutan jaksa agar aset First Travel dikembalikan kepada calon jemaah First Travel melalui pengurus aset korban First Travel. Jaksa meminta aset tersebut dibagikan secara proporsional. Menurut majelis hakim, akan terjadi ketidakpastian hukum apabila aset dikembalikan kepada calon jemaah yang merupakan korban.

"Untuk mencegah terjadinya ketidakpastian hukum terhadap barang bukti tersebut, maka adil dan patut apabila barang bukti poin 1-529 dirampas untuk negara," kata Ketua Majelis Hakim Soebandi.

Total kerugian akibat tindakan yang dilakukan ketiga terdakwa diperkirakan mencapai Rp 905,33 miliar dari total 63.310 calon jemaah umrah yang gagal diberangkatkan. Mereka sudah membayar lunas biaya paket promo umrah yang ditawarkan First Travel. Dalam putusannya, Andika dan Anniesa dihukum penjara masing-masing 20 tahun dan 18 tahun serta denda Rp 10 miliar. Adapun Kiki dijatuhi hukuman penjara 15 tahun dan denda Rp 5 miliar.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Majelis Hakim Tolak Aset First Travel Dikembalikan ke Korban",

Penulis : Sakina Rakhma Diah Setiawan
Editor : Sandro Gatra

Editor: ahmad sabran
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved