Home »

Depok

Divonis 20 Tahun Penjara, Bos First Travel Langsung Banding

Direktur Utama First Travel Andika Surachman menyatakan dirinya akan banding terkait putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Depok.

Divonis 20 Tahun Penjara, Bos First Travel Langsung Banding
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Direktur Utama First Travel Andika Surachman seusai sidang memastikan banding. 

DIREKTUR Utama First Travel Andika Surachman menyatakan dirinya akan banding terkait putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Depok terhadap dirinya dan istrinya Anniesa Hasibuan, selaku Direktur First Travel, dalam sidang pembacaan putusan, Rabu (30/5/2018).

Hal itu dikatakan Andika usai menjalani sidang putusan.

"Kami pasti akan melakukan banding atas putusan hakim," kata Andika ditengah kawalan petugas.

Sebelumnya dalam sidang, kepada majelis hakim Andika mengatakan menolak putusan yang diberikan.
"Majelis Hakim yang terhormat, kami menolak atas putusan tersebut," kata Andika dalam sidang.

Meski begitu, saat itu Andika tidak menjelaskan secara tegas apakah dirinya akan banding atas putusan ini.

Majelis Hakim akhirnya memberikan tenggang waktu satu minggu bagi terdakwa dan kuasa hukumnya serta Jaksa Penuntut Umum, memberikan tanggapan atas putusan tersebut, apakah akan  banding atau tidak.

"Bagi pihak terdakwa maupun JPU yang akan banding, ada waktu satu minggu menentukannya," kata Ketua Majelis Hakim Sobandi, Rabu.

Sebelumnya Majelis Hakim PN Depok memvonis Direktur Utama Andika Surachman 20 tahun penjara dan istrinya Anniesa selaku Direktur divonis 18 tahun penjara. Keduanya juga didenda sebesar Rp 10 Milyar subsider 8 bulan penjara. 

"Menyatakan terdakwa satu, Andika Surachman bersalah dengan hukuman 20 tahun penjara serta denda Rp 10 Milyar subsider 8 bulan penjara. Serta memutuskan terdakwa dua Anniesa Hasibuan secara sah bersalah dan menjatuhkan hukuman 18 tahun penjara serta denda Rp 10 miliar, subsider 8 bulan penjara," kata Ketua Majelis Hakim Sobandi dalam pembacaan putusannya.

Ia mengatakan hal-hal yang meringankan terhadap Terdakwa Andika Surachman, tidak ada.

"Sedangkan untuk Annisa Hasibuan, hal yang meringankan terdakwa masih memiliki anak kecil," paparnya.

Mengenai hal yang memberatkan terhadap kedua terdakwa menurut Sobandi yakni kedua terdakwa terbukti bersalah, karena telah melakukan tindak pidana penipuan dan pencucian uang dalam kasus penipuan jamaah umrah First Travel.

"Keduanya mengetahui bahwa uang senilai Rp 14.300.000, yang diambil dari setiap jamaah yang mengikuti paket umrah promo tersebut tidak mungkin berangkat ke tanah suci," katanya.

Selain itu, menurutnya menjadi sebuah pertimbangan dimana perbuatan terdakwa memberikan kerugian besar bagi para korban yakni sebanyak 63.310 cakon jamaah umrah First Travel.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help