Bom Sarinah

Aman Abdurrahman: Silakan Pidanakan Saya Sesuai Keinginan Anda Semua

Jaksa Penuntut Umum menolak seluruh pleidoi atau nota pembelaan terdakwa dalang sejumlah aksi teror di Indonesia itu.

Aman Abdurrahman: Silakan Pidanakan Saya Sesuai Keinginan Anda Semua
TRIBUNNEWS/FRANSISKUS ADHIYUDA
Aman Abdurrahman mendengar tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (18/5/2018). 

PEMIMPIN Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Aman Abdurrahman rela dihukum mati jika ajarannya mengkafirkan Pemerintah Indonesia.

Aman membalas replik jaksa penuntut umum yang meminta hakim tetap menjatuhkan hukuman mati di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (30/5/2018).

"Ingin mempidanakan kepada saya berkaitan dengan mengkafirkan pemerintahan ini silakan. Pidanakan berapapun hukumannya, mau hukuman mati, silakan," ujarnya.

Baca: Jaksa Tolak Pleidoi Aman Abdurrahman, 16 Korban Bom Thamrin dan Kampung Melayu Tuntut Kompensasi

Aman pun menerima jika hakim menjatuhkan hukuman mati terkait ajarannya kepada para pengikutnya. Tapi, Aman menolak disebut sebagai dalang sejumlah teror bom yang dituntut oleh jaksa, yakni di Kampung Melayu, Bima, Medan, Samarinda, dan Thamrin.

"Tapi kalau dikaitkan dengan kasus-kasus semacam itu, dalam persidangan, satu pun tidak ada yang dinyatakan keterlibatan saya. Tapi kalau saya mengajarkan mereka untuk bertauhid, dan yang lainnya mendukung khilafah, silakan pidanakan sesuai keinginan Anda semua," tutur Aman.

Jaksa Penuntut Umum menolak seluruh pleidoi atau nota pembelaan terdakwa dalang sejumlah aksi teror di Indonesia itu.

Baca: Gara-gara Aman Abdurrahman, Seluruh Sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Ditunda

"Kami menolak seluruh nota pembelaan yang diajukan oleh terdakwa dan tim kuasa hukum terdakwa," kata Jaksa Anita.

Anita menegaskan, terdakwa terbukti secara sah telah melanggar Pasal 14 juncto Pasal 6, subsider Pasal 15 juncto Pasal 7 dan Pasal 14 juncto Pasal 7 subsider Pasal 15 juncto Pasal 7 Undang-undang Nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Dalam UU tersebut, tindakan yang dituduhkan pada Aman bisa dihukum penjara seumur hidup atau mati.

"Tim JPU memohon menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana mati, dengan perintah terdakwa tetap dalam tahanan," tutur Anita. (Dennis Destryawan)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help