Pasal Penghinaan Presiden Dibahas Serius di Revisi KUHP

Arsul mengataka‎n, pembahasan revisi KUHP harus dilakukan dengan hati-hati, termasuk meminta pandangan para pakar hukum.

Pasal Penghinaan Presiden Dibahas Serius di Revisi KUHP
Ilustrasi 

ANGGOTA Komisi III DPR Arsul Sani mengatakan, pembahasan revisi Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) bisa saja selesai pada masa sidang Agustus mendatang. Hal itu bila pembahasan RKUHP sebagai kitab hukum pidana yang baru terus digenjot.

"Saya kira kan masa sidang ini sampai akhir Bulan Juli kan mestinya selesai kalau kita kerjakan. Kan Rabu ini mau kita rapat lagi. Rabu depan kami rapat lagi ya," ujar Arsul, Selasa (29/5/2018).

Pernyataan Arsul tersebut merespons tekad Ketua DPR Bambang Soesatyo yang ingin menghadiahkan revisi KUHP dalam peringatan Proklamasi Indonesia nanti. Tekad tersebut Bamsoet sampaikan di depan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat buka puasa bersama, Senin (28/5/2018) malam.

Baca: Bamsoet Ungkap DPR akan Sahkan Revisi KUHP Saat HUT ke-73 RI

Arsul mengataka‎n, pembahasan revisi KUHP harus dilakukan dengan hati-hati, termasuk meminta pandangan para pakar hukum. Salah satu poin dalam revisi KUHP yang dibahas seksama adalah soal pasal penghinaan presiden.

"Kedua pasal penghinaan presiden itu masih ada alternatif, apakah delik delik biasa atau akan diubah jadi delik aduan. itu mengandung formula khusus lah ya. Nah, itu penghinaan presiden," katanya.

Pasal mengenai kontrasepsi‎, perzinahan, dan LGBT, juga dibahas serius. Menurut Arsul, banyak masukan untuk menyusun pasal tersebut agar dapat menjadi payung hukum yang baik.

"Cuma itu aja. yang lain lain boleh dibilang enggak ada. Yang lain-lain itu kan kayak pasal penghinaan terhadap lembaga. Kita perhalus supaya teman-teman media kalau mau nyorotin DPR nanti enggak sedikit-sedikit terus dipidanakan ya. Jadi hanya 11 poin itu. saya enggak ingat itu apakah sembilan apa 11 poin, hitung aja sendiri," paparnya. (Taufik Ismail)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved