Kenangan di Museum Kereta Api Ambarawa

Gerbong-gerbong kayu yang ditumpangi Soekarno dan Hatta dijaga ratusan tentara Jepang

Kenangan di Museum Kereta Api Ambarawa
Warta Kota/Irwan Kintoko
Stasiun Kereta Ambarawa yang dulu dikenal dengan nama Stasiun Willem I. Nama ‘Willem I’ bahkan masih terpampang jelas di stasiun tersebut. 

SETIBANYA di depan bangunan utama Stasiun Willem I pada awal Mei 2018, ingatan seolah mundur jauh ke belakang di 2013.

Lebih dari lima tahun lalu, stasiun tersebut dipakai sebagai salah satu lokasi syuting film Soekarno: Indonesia Merdeka yang disutradarai Hanung Bramantyo.

Dari stasiun itu, Presiden pertama RI Soekarno (yang diperankan aktor Ario Bayu) ditemani oleh Mohammad Hatta (Lukman Sardi), wakil presiden, dikisahkan baru saja datang di Surabaya dari Yogyakarta, dan disambut ribuan warga di sana. Sambutan itu antara lain melalui teriakan ‘Indonesia merdeka!’

Di Stasiun Willem I pula, Hanung memakai salah satu kereta uap saat Soekarno dan Hatta dikisahkan beranjak dari Stasiun Yogyakarta menuju Surabaya.

Stasiun Willem I merupakan nama awal Stasiun Ambarawa di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Nama ‘Willem I’ bahkan masih terpampang jelas di stasiun tersebut.
Stasiun Willem I merupakan nama awal Stasiun Ambarawa di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Nama ‘Willem I’ bahkan masih terpampang jelas di stasiun tersebut. (Warta Kota/Irwan Kintoko)

Gerbong-gerbong kayu yang ditumpangi Soekarno dan Hatta dijaga ratusan tentara Jepang yang ketika itu menduduki Indonesia.

Stasiun Willem I merupakan nama awal Stasiun Ambarawa di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Nama ‘Willem I’ bahkan masih terpampang jelas di stasiun tersebut.

Dari stasiun itu, awal Mei kemarin, ketiga personel grup band RAN juga ikut berada di gerbong kayu produksi di Jerman tahun 1901.

Gerbong yang dipakai syuting film Soekarno: Indonesia Merdeka dan yang ditumpangi RAN, sama.

Bedanya, jika Ario Bayu dan Lukman ada di gerbong kayu dan ditarik kereta uap berbahan bakar kayu jati --seperti aslinya-- serta menuju ke Stasiun Bedono, sementara Rayi, Asta dan Nino --para personel RAN-- menuju arah sebaliknya, ke Stasiun Tuntang, masih di sekitar Ambarawa.

Halaman
1234
Penulis: Heribertus Irwan Wahyu Kintoko
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help