Jumlah Korban Keracunan Tutut Basi Bertambah Jadi 108 Orang

Belum pernah terjadi kasus keracunan makanan yang melibatkan orang banyak dalam satu kawasan di waktu yang sama.

Jumlah Korban Keracunan Tutut Basi Bertambah Jadi 108 Orang
Wartakotalive.com/Suprapto
Ilustrasi. Tutut, makanan sejenis kerang atau keong yang meracuni warga karena sudah basi. 

DINAS Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor mencatat, warga yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi tutut (olahan keong sawah) bertambah menjadi 108 orang.

Sebelumnya, pada Minggu (27/5/2018), korban diduga keracunan tutut berjumlah 89 orang.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Budi Santoso mengatakan, penambahan jumlah korban itu didapat setelah tim surveilance Dinkes Kota Bogor menyisir kembali ke rumah-rumah warga yang berada di Kampung Sawah, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

"Jumlah itu kami dapat setelah tim menyisir kembali ke rumah-rumah warga di Kampung Sawah. Banyak dari mereka (korban keracunan) itu dirawat di rumah, tidak berobat ke rumah sakit atau puskesmas," kata Budi, saat dikonfirmasi, Senin (28/5/2018).

Budi menambahkan, untuk korban yang dirawat, tersebar di sejumlah puskesmas dan rumah sakit di Kota Bogor.

Ia merinci, ada empat puskemas dan lima rumah sakit yang sampai hari ini masih merawat para korban.

Untuk Puskesmas Tanah Sareal 1 orang, Puskesmas Merdeka 3 orang, Puskesmas Pasir Mulya 4 orang, dan Puskesmas Bogor Utara 2 orang.

Ilustrasi. Tutut, makanan sejenis kerang atau keong yang meracuni warga karena sudah basi.
Ilustrasi. Tutut, makanan sejenis kerang atau keong yang meracuni warga karena sudah basi. (Kompas.com)

Sementara, korban yang dirawat di rumah sakit, yaitu RSUD Kota Bogor 12 orang, RS Azra 2 orang, Vania 1 orang, RS BMS 1 orang, dan RS PMI 2 orang.

"Sisanya itu ada yang dirawat di rumah. Ada juga menjalani rawat jalan setelah diperbolehkan pulang dari rumah sakit maupun puskesmas," sebut Budi.

Kejadian seperti ini merupakan yang pertama kali terjadi.

Selama ini, kata dia, belum pernah terjadi kasus keracunan makanan yang melibatkan orang banyak dalam satu kawasan di waktu yang sama dan sumber makanan yang sama.

"Kami masih menunggu hasil uji laboratorium. Hasilnya keluar besok. Dugaan sementara, mereka terserang bakteri, setelah makan tutut itu," tutupnya.  (Kontributor Bogor, Ramdhan Triyadi Bempah)

Tautan asal: Tutut Basi

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help