Ini Dia Lokomotif Bergerigi yang Penuh Sensasi

Lokomotif Uap Bergerigi di Ambarawa terdiri dari dua, yaitu Seri B2502 dan B2503, serta di Sawahlunto Lok Uap seri E 1060

Ini Dia Lokomotif Bergerigi yang Penuh Sensasi
Warta Kota/Irwan Kintoko
Lokomotif bergerigi di Stasiun Kereta Ambarawa, sisa peninggalan zaman penjajahan Belanda. 

DI sepanjang lorong pintu masuk museum hingga ke bangunan utama yang dulu bernama Stasiun Willem I, pengunjung juga mendapati banyak kisah perjalanan kereta api di Indonesia.

Salah satunya bangunan dipo lokomotif Ambarawa yang dibangun 1907-1910 bersamaan pekerjaan perbaikan Stasiun Willem I Ambarawa.

Baca: Kenangan di Museum Kereta Api Ambarawa

Stasiun Ambarawa merupakan stasiun kereta api yang memiliki dua lebar sepur berbeda, yakni lebar sepur 1.435 mm dan 1.067 mm.

Lantaran dilalui dua lebar sepur berbeda, maka bangunan dipo lokomotif juga mempunyai dua tipe pintu yang berbeda pula.

Awalnya, perusahaan kereta api Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) membangun dipo dengan lima pintu hanggar.

Sebanyak dua pintu hanggar digunakan untuk menyimpan lokomotif uap dan kereta kayu dengan lebar sepur 1.435 mm dan tiga pintu hanggar yang lain digunakan untuk menyimpan lokomotif uap dan kereta kayu dengan lebar sepur 1.067 mm.

Bangunan dipo ini dibangun dengan konstruksi besi baja.

Selain menyimpan sarana kereta api, fungsi dipo juga digunakan untuk memperbaiki kereta api bila terjadi kerusakan kecil.

Ada pula ruang kepala dipo traksi (KDT), administrasi, bubut mesin, dan gudang penyimpanan peralatan dipo.

Terdapat pula ruangan penyimpanan bahan bakar, baik kayu jati maupun minyak untuk lokomotif disel.

Halaman
12
Penulis: Heribertus Irwan Wahyu Kintoko
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help