Ramadan 2018

Hirup Asap dan Uap Tak Batalkan Puasa, Kenapa Rokok Dilarang, Ini Penjelasan Sang Kiyai

Di balik asap dan uap yang disebut tidak membatalkan puasa, ada satu substansi yang sedikit rumit dipaparkan, yaitu soal rokok.

Hirup Asap dan Uap Tak Batalkan Puasa, Kenapa Rokok Dilarang, Ini Penjelasan Sang Kiyai
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Anggota Komunitas Kretek melakukan aksi teatrikal di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Selasa (30/1). 

BERPUASA adalah menahan diri, demikian dinyatakan para ulama.

Salah satu hal yang membatalkan puasa dan mesti harus dihindari adalah memasukkan sesuatu ke dalam lubang tubuh yang terbuka secara sengaja.

Menurut bahasa fiqih, sesuatu yang masuk ke dalam lubang tubuh yang terbuka dan dapat membatalkan puasa ini disebut sebagai ‘ain.

Syekh Zakariya al-Anshari menyebutkan dalam Fathul Wahhab, ‘ain ini adalah benda apa pun, baik makanan, minuman, atau obat.

Baca: Jelang Tradisi Qunutan, Pedagang Kulit Ketupat Sibuk Menganyam Daun Kelapa

Baca: Lion Air Berharap Penumpang yang Bergurau Bawa Bom Diproses Sampai Pengadilan

Kebanyakan benda yang kita tahu membatalkan puasa, berwujud padat atau cair.

Nah, bagaimana jika wujud gas, asap, atau uap?

Asap atau uap, ternyata dianggap mayoritas ulama tidak membatalkan puasa jika dihirup.

Karena itulah puasa kita tidak batal dengan menghirup uap masakan yang beraroma.

Begitu pula dengan menghirup asap kemenyan atau minyak angin, juga dinilai tidak membatalkan puasa.

Baca: Masya Allah, Salat Tarawih di Negara Ini 100 Rakat dan Bisa di 5 Masjid

Baca: Istri Kedua Kiwil: Saya Enggak Merasa Mendapat Berkah, Enggak Hidup Tenang

Namun, di balik asap dan uap yang disebut tidak membatalkan puasa, ada satu substansi yang sedikit rumit dipaparkan, yaitu soal rokok.

Halaman
1234
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved