BNN: Belanda Tidak Mau Diajak Kerja Sama Memberantas Peredaran Narkoba

Peredaran pil ekstasi dikirim malalui jasa pengiriman pos atau kurir, ke beberapa daerah.

BNN: Belanda Tidak Mau Diajak Kerja Sama Memberantas Peredaran Narkoba
Warta Kota/Adhy Kelana
Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari (kiri) menunjukkan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu saat rilis kasus narkotika di kantor BNN, Cawang, Jakarta, Selasa (22/5). BNN mengungkap dua jaringan sindikat narkotika di Aceh dengan barang bukti sebanyak 30 kg sabu dan di Pekanbaru dengan barang bukti 7,93 kg sabu dan 9.900 butir pil ekstasi dari enam orang tersangka yang satu di antaranya tewas ditembak petugas. 

DEPUTI Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Arman Depari menyatakan, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan beberapa negara yang menjadi sumber pengiriman pil ekstasi ke Indonesia.

Beberapa negara tersebut antara lain Belgia, Jerman, Prancis, Polandia, dan Belanda. Akan tetapi, Arman mengatakan ada negara yang tidak kooperatif dalam kerja sama pemberantasan peredaran pil ekstasi tersebut.

"Salah satu negara yang tidak mau diajak kerja sama adalah Belanda," ungkap Arman.

Baca: Kecamatan Muara Gembong Bekasi Tak Terjamah Pembangunan

Padahal, Arman mengatakan, pemasok utama peredaran pil ekstasi di Indonesia berasal dari Belanda. Arman pun menyayangkan sikap Belanda yang tidak mau kooperatif tersebut.

"(Untuk kasus) Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Belanda juga kurang begitu kooperatif. Sudah beberapa kali pertemuan, pembicaraan dengan pihak sana. Kasus-kasus pengiriman narkoba ekstasi belum ditangani baik," tutur Arman.

Namun, hal itu tidak mengendorkan semangat Indonesia memberantas peredaran obat-obatan terlarang tersebut dari Indonesia.

Baca: Berniat Selesaikan Tes DNA Hari Ini, Polisi Segera Makamkan Tiga Jenazah Bomber Gereja Surabaya

BNN dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) membongkar jaringan penyelundupan 15.487 butir pil ekstasi yang berasal dari negara-negara di kawasan Eropa Barat, termasuk Belgia.

"Umumnya khusus untuk ekstasi berasal dari Eropa Barat," ujar Arman dalam konferensi pers di Kantor DJBC, Jakarta, Senin (28/5/2018).

Peredaran pil ekstasi dikirim malalui jasa pengiriman pos atau kurir, ke beberapa daerah. Yang marak sebagai tujuan pengiriman adalah Jakarta, Jawa Tengah, Surabaya, dan Bali.

Baca: Warga Muslim Ikut Hadiri Misa Arwah Korban Bom Bunuh Diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela

Untuk kasus pengiriman pil ekstasi ke Pulau Dewata tersebut, Arman mengaku jumlahnya lebih banyak ketimbang yang diungkap di Surabaya.

"Pengiriman yang dari Belgia ditujukan kepada pemesan yang berasal dari beberapa daerah tersebut. Ke Bogor, Bekasi, Jakarta, dan Sulawesi juga," papar Arman. (Yanuar Nurcholis Majid)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help