Tolak Permintaan MKD untuk Teliti Video Syur Mirip Koleganya di DPR, Ini Alasan Roy Suryo

Roy mengakui sebenarnya dirinya tidak keberatan membantu meneliti video berkonten porno tersebut.

Tolak Permintaan MKD untuk Teliti Video Syur Mirip Koleganya di DPR, Ini Alasan Roy Suryo
Warta Kota/Rangga Baskoro
Roy Suryo 

ANGGOTA Komisi I DPR Roy Suryo langsung menanggapi pemberitaan yang menyebut dirinya enggan memenuhi permintaan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), untuk meneliti video syur mirip koleganya di parlemen, Aryo Djojohadikusumo.

Dalam cuitan di akun Twitternya @KRMTRoySuryo2 yang diposting pada Senin (28/5/2018) pada pukul  11.37 WIB, ia menyampaikan bahwa penolakannya itu memiliki alasan.

"Ini sikap saya, demi menjaga Conflict-of-Interest, semoga dapat dimaklumi, terima kasih," tulis Roy.

Baca: Polisi Dalami Video Porno Mirip Anggota DPR yang Viral di Media Sosial

Dalam pesan singkatnya kepada wartawan, pakar telematika itu menjelaskan bahwa sikapnya tersebut ia ambil karena dirinya menjabat pula sebagai anggota DPR, dan ia menghindari adanya 'kepentingan' terhadapnya.

Terlepas dari jabatannya sebagai seorang anggota DPR, Roy mengakui sebenarnya dirinya tidak keberatan membantu meneliti video berkonten porno tersebut.

"Sikap ini perlu diambil, karena s‎ecara profesional saya tentu saja tidak keberatan, namun karena dalam kasus ini saya adalah termasuk salah satu anggota DPR juga," jelas Roy.

Baca: Cara Terbaik Dapatkan Informasi dari Narapidana Terorisme, Benny Mamoto: Rebut Hatinya

Karena menurutnya yang akan diperiksa terkait video tersebut adalah sesama koleganya di DPR, maka ia memutuskan untuk menjaga 'porsinya'.

Roy menyarankan agar MKD menggandeng pakar telematika lainnya saja untuk menelisik kasus yang menyeret nama politikus Partai Gerindra itu.

"Dan (kemungkinan) yang akan diperiksa adalah nama-nama yang disebut juga merupakan anggota DPR. Maka untuk menghindari conflict of interest, maka akan saya sarankan kepada MKD untuk mengambil pakar telematika lainnya dulu dalam kasus ini," papar Roy.

Baca: Menteri Pertahanan: Kalau Enggak Mau Pancasila Jangan di Sini, Emangnya Tanah Nenek Moyangnya

Politikus Partai Demokrat itu pun berharap agar seluruh pihak memaklumi posisinya. Karena, ia hanya tidak ingin ada pihak yang memanfaatkan kasus tersebut untuk kepentingan politik.

"Sekali lagi ini juga demi menjaga (dari) adanya pihak-pihak yang memanfaatkan kasus ini (untuk tujuan politik), maka mohon sikap saya di atas bisa dimaklumi bersama, terima kasih," ucap Roy. (Fitri Wulandari)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved