Jokowi: Jangan Sampai Kita Pecah Gara-gara Urusan Pesta Demokrasi Lima Tahun Sekali, Rugi Besar

"PKI itu dibubarkan tahun ’65, saya lahir tahun ’61. Masa ada PKI umur 4 tahun, PKI balita,” cetus Kepala Negara.

Jokowi: Jangan Sampai Kita Pecah Gara-gara Urusan Pesta Demokrasi Lima Tahun Sekali, Rugi Besar
Istimewa
Presiden RI Joko Widodo bersama Daeng Nurlia, penderita kanker, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/5/2018). 

PRESIDEN Joko Widodo mengingatkan Indonesia adalah negara besar yang berpenduduk 263 juta jiwa. Angka tersebut lebih besar dari Singapura yang berpenduduk 5 juta jiwa dan Malaysia 24 juta jiwa.

“Ini negara besar, dan penduduk sebanyak 263 juta itu hidup tersebar di 17 ribu pulau yang kita miliki,” kata Jokowi di GOR Ewangga, Jawa Barat, akhir pekan ini, dikutip dari situs Sekretaris Kabinet.

‎Menurutnya, Indonesia dianugerahi perbedaan, kemajemukan, dan keragaman.

Baca: 75 Persen Penanganan Terorisme Kerja Intelijen, Banyak Istri Anggota Densus 88 Minta Cerai

“Kita memiliki 714 suku. Di Singapura itu hanya 4 suku, Indonesia 714 suku,” ujarnya.

Untuk itu, Kepala Negara mengingatkan semua lapisan masyarakat, agar jangan sampai terjadi gesekan antar-suku dan agama, apalagi hanya gara-gara pemilihan kepala daerah atau pemilihan presiden.

“Itu pesta demokrasi hanya setiap lima tahun sekali, jangan sampai memecah kita, memecah-belah kita,” imbaunya.

Baca: Survei Indo Barometer: Gatot Nurmantyo Cawapres Favorit untuk Jokowi Maupun Prabowo

Presiden menambahkan, jangan sampai masyarakat dikompor-kompori atau dipanas-panasi oleh para politikus, sehingga tidak saling menyapa antar-tetangga dan antar-kampung.

“Saya mengajak kita membangun persaudaraan kita, ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, karena kita adalah saudara sebangsa dan setanah air,” tutur Jokowi.

Presiden mempersilakan masyarakat untuk mencoblos kandidat yang terbaik dalam pemilihan kepala daerah maupun pemilihan presiden. Namun, pesan Presiden, masyarakat harus kembali rukun setelah pemilihan tersebut.

Baca: Cara Terbaik Dapatkan Informasi dari Narapidana Terorisme, Benny Mamoto: Rebut Hatinya

“Jangan sampai kita pecah gara-gara urusan pesta demokrasi setiap lima tahun sekali. Rugi besar kita, rugi besar,” tegas Presiden.

Menurut Jokowi, banyak fitnah dalam pemilihan bupati, wali kota, gubernur, dan presiden. Ia merasakan hal tersebut ketika dalam pilpres lalu dirinya difitnah PKI.

“Saya diam saja karena logikanya enggak masuk. PKI itu dibubarkan tahun ’65, saya lahir tahun ’61. Masa ada PKI umur 4 tahun, PKI balita,” cetus Kepala Negara.

Baca: Menteri Pertahanan: Kalau Enggak Mau Pancasila Jangan di Sini, Emangnya Tanah Nenek Moyangnya

Namun, lanjut Presiden Jokowi, ada yang mempercayai fitnah tersebut dan ada juga yang membuat gambar dirinya berjejer dengan DN Aidit saat Ketua PKI tersebut berpidato di tahun 1955.

“Saya lahir saja belum, saya sudah jejer di situ, coba,” papar Presiden Jokowi seraya mengeluhkan betapa jahatnya politik yang kadang-kadang seperti itu. (Seno Tri Sulistiyono)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved