BNN Ungkap Negara yang Tidak Kooperatif Tangani Kasus Narkoba Internasional

Banyak sindikat internasional memilih Indonesia sebagai pasarnya lantaran harga, daya beli dan pecandunya sangat banyak.

BNN Ungkap Negara yang Tidak Kooperatif Tangani Kasus Narkoba Internasional
Warta Kota/Hamdi Putra
Konferensi pers kasus narkotika jenis Katinon, Ekstasi, dan Sabu yang berhasil diungkap BNN dan Bea Cukai, Senin (28/5/2018). 

INDONESIA merupakan salah satu negara yang menjadi sasaran utama pemasaran narkotika di wilayah Asia Tenggara.

Banyak sindikat internasional memilih Indonesia sebagai pasarnya lantaran harga, daya beli dan pecandunya sangat banyak.

Dari sekian banyak pengiriman paket narkotika dari luar negeri, baik partai kecil maupun dalam jumlah besar, tidak sedikit yang sudah berhasil diungkap dan digagalkan oleh BNN dan Bea Cukai.

Untuk mencegah masuknya barang haram tersebut ke Indonesia, berbagai cara telah dilakukan oleh petugas.

Di antaranya yakni memperketat pengawasan di perbatasan darat, laut dan udara serta kerjasama dengan negara-negara yang menjadi sumber narkotika.

"Kami memang sudah melakukan kerjasama dengan beberapa negara yang menjadi sumber narkoba jenis ekstasi yang berada di luar negeri khususnya di Belgia, Jerman, Perancis dan juga baru-baru ini ada yang berasal dari Polandia termasuk Belanda," ujar Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari, Senin (28/5/2018).

Di antara negara-negara tersebut, ada yang bisa diajak bekerjasama dan ada juga yang tidak.

Salah satu negara yang tidak bisa diajak kerjasama dan tidak kooperatif adalah Belanda.

"Padahal kita tahu bahwa sumber utama ekstasi yang masuk ke Indonesia berasal dari Belanda. Termasuk Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) juga negeri Belanda kurang begitu kooperatif, padahal kami sudah melakukan beberapa kali pertemuan," ucapnya.

Baru-baru ini, BNN dan Bea Cukai berhasil mengungkap jaringan penyelundupan 68 kilogram narkotika jenis Katinon dan 15.487 butir pil ekstasi.

Halaman
12
Penulis: Hamdi Putra
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved